26 Apr
3:58

Dapur masyarakat selaku sosialisme sehari-hari

Menurut Otoritas Statistik Filipina, sayup 4,5 juta anggota kemusnahan pesanan atas tarikh 2020, yg berfaedah seputar 10,3 pangkat pengangguran, terbaik bermakna lima patos tarikh. Di pendatang perangkaan kering ini, luas paparan sebagai viral dekat perangkat kemasyarakatan berhubungan penderita yg tak angsal dirawat dekat sudung lara sebab perigi kesanggupan yg terpaku, maka berhubungan regu yg tak angsal mengasak kepentingan sehari-hari mereka. Di sentral kompleksitas ini, anggota menggeratak syarat bagi baku menyumbang.

Penyebaran pantry masyarakat melahirkan galat wahid paparan terbaru yg merenggut pengindahan massa maka perangkat. Disertai karena kolong layar yg memerosokkan penghuni bagi mengasung barang apa yg mereka sanggup maka menjemput barang apa yg mereka butuhkan, desain masyarakat ini menetralkan ide-ide yg wajar tetapi tegu. Gerobak ditempatkan dekat letak penting dekat mana anggota asing angsal mengasung hibah maka menjemput barang apa yg mereka butuhkan. Rincian persentuhan yg relevan karena ulangan HIV, pelayanan medis, maka pemberitahuan kekejian bermakna sudung eskalator pun ditampilkan dekat lis pangan, logistik sanitasi, topeng iras, maka obat-obatan.

Kredit tulisan: Pantry Komunitas Stabil

Pemilik usaha dagang mebel Ana Patricia Non dikreditkan karena mengacu pedati prima yg diketahui dekat sejauh Jalan Maginhawa dekat Kota Quezon, Filipina. Dalam separo wawanrembuk, dirinya menjelaskan bahwa pantry ini “tidak bagi jasa tapi baku menyumbang”. Di pendatang keterangan bahwa rintisan seragam itu pernah membalas beribu-ribu penghuni, ilmu mantik perangai pantry ini pun berpengaruh sekelas. “Memberi barang apa yg Anda sanggup maka menjemput barang apa yg Anda butuhkan” mencelikkan atas negatif tersohor bermakna luas aktivitas toleran, “bagi tiap-tiap sebati karena kemahiran kita, bagi tiap-tiap sebati karena kepentingan kita”. Ide wajar pada sosialisme merupakan megedarkan darma maka aktiva sebagai benar sehingga setiap anggota kerajaan angsal berkontribusi maka membaca kemaslahatan pada beramai-ramai.

Membingkai sabak ini selaku ‘baku menyumbang’ menjauhkan mereka pada modus jasa yg memandang kebajikan penghuni bakir, maka pada bentuk khusus kewenangan yg dipamerkan menyelusuri foto-foto politisi bermatra berdus bagi membubuhi proyek-proyek penguasa. Alih-alih mengibaratkan pemberian selaku logo keberhasilan alias fokus kepeng kewenangan, sabak ini menonjolkan terserang respons beramai-ramai kita. Kita selayaknya menyumbang bagi tak menguatkan sidik individual kita. Kita perlu menyumbang, wajar, sebab itu merupakan darma kita yg berwenang. Dan kita tak kudu dihormati karenanya. Ini mencelikkan aku atas luas puak pemburu-pengumpul dekat mana merazia satwa mangsa terbesar tak dihargai karena membaktikan jasa asing. Anggota fasih bahwa berkontribusi atas beramai-ramai merupakan darma maka bahwa tak tertentang jasa yg sebagai intrinsik bertambah mustahak penting ketimbang yg asing.

Revolusi pada sabak: perempuan maka respons ekologis tentang COVID-19

Dapur pernah sebagai puser kekompakan kemasyarakatan dekat mana nisa mengasung jasa yg tidak terjumlahkan bagi pengendalian COVID.


Selain mengecam pemubaziran kerajaan, aku agak sabak masyarakat menyodorkan mafhum kita objek yg bertambah ideologis. Proyek-proyek ini diprakarsai sama anggota rutin yg jurusan utamanya merupakan menyumbang penghuni asing. Ini memvisualkan bahwa calon bagi mengikhtiarkan puak yg bertambah benar pernah tertentang bermakna separo agama yg dianut tatkala ini. Seperti yg dikatakan Gramsci, tertentang seuntil kenyataan bermakna daya waras. Ini tak berfaedah bahwa dapur-dapur ini pernah mengekspos pembaruan ketatanegaraan Filipina yg pernah rentang waktu tertunda. Politisi terlebih mentak mengooptasi pedati ini bagi memperluas premis gaya mereka. Misalnya, saat cadangan pemberian kontan bersyarat mencari jalan mengasung pemberian untuk yg membelokkan bangsat pada yg bangsat, separo politisi tempatan menyedot kesempatan itu bagi memperluas membran patronase mereka.

Dalam bentuknya tatkala ini, pantri masyarakat meminta kita bagi mengatak pula kesadaran kita berhubungan kesentosaan. Menerapkan cadangan servis kemasyarakatan terus-menerus tak padu. Sama pentingnya bahwa ilmu mantik perangai pada cadangan seragam itu tak menguatkan strata.

Misalnya, Filipina mengisbatkan belanja khotbah bebas dekat universitas kandang atas tarikh 2017. Beberapa pemegang maka simpatisan pemerintahan menyedot kanon yg sekelas ini bagi melecehkan aktivisme. Tidak kaku induk bala siswi Filipina ditanyai interogasi, “apa sebab Anda mengecam penguasa yg memelihara pelajaran Anda?”

Kata-kata ini beraroma patronase sebab mereka membirai pelajaran bebas / bersubsidi selaku suapan yg perlu disyukuri sama murid, tidak pekerjaan kerajaan. Karenanya, kita perlu membeo tak saja aksi sabak masyarakat tapi pun ilmu mantik perangai yg memedomani mereka. Menciptakan puak yg bertambah benar tak saja menginginkan kebijaksanaan yg disosialisasikan tapi pun membutuhkan kesadaran perangai bahwa kesentosaan merupakan darma maka tidak kesempatan otoritas.

Sosialisme tidak saja anutan ketatanegaraan yg pernah mengakibatkan revolusi dekat sejauh riwayat mayapada. Bagi aku, itu pun melahirkan keterikatan perangai yg menyelami aksi servis sekular. Mereka yg meremehkan ide-ide toleran membumbui nilai-nilai sosialis selaku kekejian yg revolusioner maka luar biasa utopis. Stereotip ini meredupkan tak saja inspirasi subyek bahwa tak tertentang yg dapat luar biasa bangsat bagi ribut tapi pun pentingnya hubungan sehari-hari bermakna melihat strata penyiksaan. Nilai-nilai berbagi, ekualitas, maka strata yg melintasi tertentang bermakna paham beramai-ramai yg dikenal tatkala ini. Mereka tak dibuat-buat sebab kita tak saja mengetahui maka mengasihi mereka. Tapi ana pun mempraktikkannya.

« »