17 Aug
8:26

Dari abuk Afghanistan, ‘Doktrin Biden’ menjedul

NEW YORK — Ketika Presiden AS Joe Biden melaporkan akan globe atas musim Senin bahwa dirinya bukan menyesal membetot nafsi bermula Afghanistan, dirinya membagikan alasannya dengan memperumahkan prinsip-prinsip bimbingan kearifan pendatang negerinya.

Tidak bertumpu bentrokan senjata sonder marka batin perpecahan yg tak menurut kebutuhan dalam negeri Amerika. Tidak bertumpu penokokan atas pertempuran dulur kaku. Tidak bertumpu kekuatan menurut membikin mudik sebuah zona melalui menghimpun kawanan Amerika sonder jeda. Pada pangkat politis, beliau mengangkut kontraterorisme tapi bukan menimbangi penentangan dengan hendak menyedot keahlian over-the-horizon menurut menjadwalkan intimidasi melantas ke AS.

Pilar-pilar ini kelihatannya satu musim esok dikenal demi Doktrin Biden.

Prinsip-prinsip tertulis luar biasa berselisih bermula yg ditetapkan sama bekas Presiden George W. Bush, yg mengomandokan penyerangan ke Afghanistan 20 warsa terus. Doktrin Bush memposisikan AS demi “hegemon jempolan jantung” yg layak menaburkan prerogatif dengan kerakyatan ke segenap globe, memangkas intimidasi atas ibu pertiwi.

Parameter trendi partisipasi pendatang teritori Amerika, seiring melalui kekeruhan dekat Afghanistan, hendak diawasi melalui selektif sama teman Washington, tegas karet analis.

“Jika Anda mengecek rezim Bush dengan Biden, bertumpu disparitas lebar batin situasi pengolahan rumpun, penyiaran kerakyatan, meringankan zona asing supaya intimidasi itu bukan terkabul,” tegas spesialis Jepang dengan cendekiawan ketatanegaraan kepala RAND Corp. Jeffrey Hornung.

Karakteristik superior bermula Doktrin Biden kelihatannya sama dengan tema atas kebutuhan dalam negeri yg radikal, tegas Hornung — tapi batin pidatonya, “dirinya bukan sudah melaporkan barang apa itu.”

China melalui kencang memanfaatkan kekeruhan dekat Afghanistan menurut tujuannya mufrad.

The hawkish Global Times, sebuah akta informasi yg berafiliasi melalui kendaraan Partai Komunis People’s Daily, melaporkan batin sebuah induk karangan bahwa pelalaian pemerintahan Kabul sama Washington layak sebagai kualitas nasihat distribusi Taiwan.

“Begitu pertempuran lintas-Selat berkecai-kecai senyampang tanah mengedut tanah itu melalui kawanan, AS layak menyandang iktikad yg terpencil kian lebar dari yg dimilikinya menurut Afghanistan, Suriah, dengan Vietnam andaikata kenyir beserta baur,” suara induk karangan itu.

Michael Green, pemangku kepala negara kepala menurut Asia dengan Jepang dekat Pusat Studi Strategis dengan Internasional, menyapa status dekat Afghanistan “kealpaan yg bukan disengaja sama Biden” dengan melaporkan bahwa “mala itu ada merisau menurut melemahkan akidah AS dengan teman ana. .”

Tapi “Saya bukan berputar ini sebagai esensial hendak memindahkan gendongan khalayak yg padat menurut klik AS-Jepang dengan AS-Korea Selatan,” tegas Green. “Saya serta bukan berputar itu hendak sebagai ganjaran ketatanegaraan distribusi karet isolasionis.”

“Kerumunan mengundurkan diri ‘pertempuran sonder penutup’ hendak berargumen bahwa inilah yg berkepanjangan berjalan masa kita menggapil dekat pendatang teritori, dengan suku internasionalis hendak melaporkan inilah yg berjalan masa kita mengundurkan diri,” katanya. “Jadi rakitan timbal batin takar.”

Satu interogasi dekat angan-angan teman sama dengan apakah peluang dekat Selat Taiwan — dekat mana AS bukan diserang sebagai melantas dengan Taiwan yg sebagai alamat tak teman persyaratan — boleh dianggap demi kebutuhan dalam negeri Amerika yg radikal.

Hornung mendapat bahwa lektur kearifan pendatang teritori Biden luar biasa terfokus atas pertandingan ketahanan lebar melalui China. “Jika pertandingan ketahanan lebar dengan hidup menurut hegemoni sama dengan melenceng iso- kebutuhan radikal, alkisah dekat situlah AS hendak mendaratkan umbul-umbul dengan berujar, ‘Anda bukan mengatasi ana,'” katanya.

Mike Mochizuki, amir jaringan Jepang-AS dekat Elliott School of International Affairs dekat George Washington University, melaporkan: “Ada disparitas penyeling menyedot ketahanan serdadu menurut menaikkan kerakyatan dekat zona yg bukan menyandang pranata kerakyatan, dengan Taiwan, yg hendak sebagai urusan menemani komposisi kerakyatan.”

Satu bidang menurut Taiwan, bagaimanapun, sama dengan bahwa “andaikata mereka merasa kenyir mengawal komposisi mereka dengan menolak eksploitasi ketahanan serdadu China, menjalankan balasan No. 1 terwalak atas mereka, dengan tak atas Amerika Serikat,” tegas Mochizuki. . “Itu berbuat menurut setiap teman dengan rekan yg dimiliki Amerika Serikat,” katanya.

Bagi Jepang, yg memercayakan klik keamanannya melalui Washington menurut pertahanannya, keberadaan kian bermula 50.000 pegawai serdadu Amerika boleh membuat “kebutuhan dalam negeri yg radikal” distribusi AS andaikata diserang.

Tom Shugart, seorang teman kepala suplemen dekat Center for a New American Security dengan seorang sanak-saudara berkenaan intimidasi serdadu China, serta menolak pendirian bahwa kekalahan menurut mencegah pengambilalihan Taliban dekat Afghanistan boleh membagikan bakat kekuatan krida Amerika dekat Selat Taiwan. .

“Pax Americana didirikan sama, dengan suah dipertahankan sama, ketahanan Amerika dekat laut rembang,” cuitnya dekat Twitter, Selasa. “Ketika Pax Americana sudah, itu sebab kontrol Amerika sudah dekat kian, tak dekat rangkaian gunung Asia Tengah.”

Shugart, bagaimanapun, menasihati kerawanan bahwa China kelihatannya sebagai mengacau meremehkan iktikad AS menurut menemani Taiwan.

China kelihatannya menimbang sebagai bukan teliti ketegaran yg dengannya AS hendak hidup dekat pungkur Taiwan, “andaikata mereka mencapai akidah yg bukan boleh formal meneladan penglihatan mereka atas penarikan AS bermula Afghanistan,” tegas Shugart akan Nikkei Asia.

“Sekarang, andaikata Taiwan bukan menimbangi, itu ihwal asing,” katanya. “Tapi kita suah maklum itu berjalan dari durasi sebelum kita menyaksikan penguasa Afghanistan tumbang. Intinya, patik bukan kian gamam dari sebelum patik menyaksikan penguasa Afghanistan atas dasarnya tumbang sonder peperangan, dengan takah-takahnya seserpih lebar dibeli sama penguasa Afghanistan. Taliban.”

Pada warsa 1996, neokonservatif William Kristol dengan Robert Kagan merekam dekat Foreign Affairs bahwa karakter Amerika batin globe pasca-Perang Dingin layak sebagai “hegemoni kasar yg jempolan jantung,” dekat mana beliau sebagai rajin menaikkan prinsip-prinsip rezim Amerika dekat pendatang teritori, bagai kerakyatan, rekan publik, dengan terai tabik. menurut prerogatif.

Para penyair melaporkan juntrungan perdana bermula kearifan pendatang teritori AS sama dengan menurut mengekalkan dengan menaikkan merek penting dengan ideologisnya “melalui menguatkan kedamaian Amerika, mengangkut teman-temannya, memberi pendapat kepentingannya, dengan menemani prinsip-prinsipnya dekat segenap globe.”

Ini membengkokkan alas bermula Doktrin Bush. Seperempat sepuluh dasawarsa dengan duet pertempuran peng-hujung, kearifan pendatang teritori Amerika takah-takahnya berharta dekat pias yg sungguh-sungguh trendi.

« »