16 Oct
10:06

Gelombang membidas mendurhaka Rodrigo Duterte selanjutnya putrinya Sara

Richard Heydarian yakni seorang akademisi, kolumnis, selanjutnya prosais “The Rise of Duterte: A Populis Revolt Against Elite Democracy” yg berbasis dekat Asia selanjutnya “The Indo-Pacific: Trump, China and the New Struggle for Global Mastery.”

Keputusan Komite Nobel Norwegia kepada menganugerahkan Penghargaan Perdamaian warsa ini pada Maria Ressa, beriringan lewat peliput Rusia Dmitri A. Muratov, tak patut berlaku ala jam yg bertambah strategis bermutu ketatanegaraan Filipina jam wilayah itu menentang penetapan yg bakal mencoba periode haluan demokrasinya.

Sepanjang warsa, Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr., anak bekas buta hati, selanjutnya Walikota Davao City Sara Duterte, puti kepala negara jam ini, pernah mengetuai kadet penyambung Rodrigo Duterte. Tetapi lewat kaliber popularitasnya yg terperenyak tersiah, federasi yg berkompeten tiba sama pesawat yg kelebu.

Merasakan kekurangan, ras Marcos pernah mengeret pos kepala negara, tengah segerombol pengikut sentris selanjutnya antagonisme yg karismatik pernah selaku hidup menunggangi kehampaan yg membanyak mengenai Duterte mufrad, yg pernah menyelia luput se- resesi COVD terburuk dekat Asia dan separuh resesi. susun peradangan prima dekat jajahan tertulis.

Setelah lima warsa ketidakmampuan populis, mulai bentrokan senjata narkoba yg menggosongkan senggat rayuan yg kandas lewat Beijing, gelombang membidas mendurhaka Duterte selanjutnya penerusnya yg diurapi. Bahwa sedemikian itu tipis yg mencerap kemunculan ini menggarisbawahi ketidakpastian yg menggurat dalam ingatan ala ketatanegaraan Filipina.

Sampai belum lama, Duterte rupanya ada paksa selanjutnya reputasi kepada mengindra kendaraan kepada memanjangkan periode pos terpaku heksa warsa kepresidenannya lewat menjagokan pribadi demi timbalan kepala negara lewat putrinya Sara dekat buat voucer, walaupun pendirian bijak adat berpaham bahwa ini bakal menggalaukan gairah konstitusi.

Setelah Pengadilan Kriminal Internasional selaku formal mengajun pemeriksaan buat tudingan kezaliman massal dekat kaki pemeliharaan Duterte, populis Filipina selaku celangap mengesahkan bahwa upayanya kepada mantap berkompeten terpenting atas menjauhi pertanggungjawaban buat prediksi pemungkiran, terpenting bentrokan senjata narkoba berbakat yg pernah dilakukannya. merenggut atma beribu-ribu wong.

“Hukum memadahkan, andaikata Anda yakni timbalan kepala negara, Anda mesti [legal] ketahanan. Kemudian hamba bakal menjagokan pribadi demi timbalan kepala negara,” tutur Duterte bermutu ceramah rakyat, yg merepresentasikan kekhawatirannya buat peluang penuntutan sehabis kepergiannya mulai jabatannya.

Mantan sekutunya, bekas kepala negara Gloria Macapagal Arroyo, raih menjagokan pribadi demi anak buah konvensi, selanjutnya belakangan sebagai Ketua DPR, bermutu jalan kepada menaungi dirinya mulai peluang penuntutan buat afair penyelewengan semasa periode kepresidenannya.

Namun, tak kontol masa durasi, sebelum Duterte mencerap popularitasnya terperenyak selanjutnya sekutunya meninggalkannya selaku massal. Pertama berlabuh desersi bermutu Partai berkompeten Partido Demoktratiko Pilipino-Lakas ng Bayan (PDP-Laban), demi bekas kawan selanjutnya kepala negara pihak, Emmanuel “Manny” Pacquiao, melorotkan prasaran saingan kepada kepala negara.

Kemudian bertambah ombak mutakhir afair penyelewengan, yg membabitkan pembelian perangkat medis yg luar biasa langka sama anemer penguasa, yg menyelenggarakan berapi-api perdua pemilih. Duterte mengucurkan suban menghanguskan ke suluh lewat selaku celangap merisaukan – selanjutnya selaku karakter meremehkan – senator maksimum yg menyelidik tudingan tertulis.

Pada jam yg selaras, Duterte membuang-buang paksa awalnya lewat berpangku tangan selanjutnya belakangan membaluri bekas pembantu lamanya Senator Christopher “Bong” Go demi penggantinya, menyelenggarakan berapi-api putrinya yg bangat merisaukan bakal menyungga balapan selaras seluruhnya.

Masih belum terang apakah Sara bakal membuat penetapan kepala negara semasa sebelas arloji lewat “mengambil alih” luput se- timbalan pihak yg berkompeten yg pernah mencatatkan penamaan mereka demi kepala negara. Tetapi kenyataannya yakni cengkaman Duterte ala kewenangan waktu ini bertambah repas mulai sebelumnya.

Peringkat perkenan Duterte turun sama banyaknya 21% semasa sembilan candra bungsu, lewat kebanyakan wong Filipina, terlibat mereka yg datang mulai tanah asalnya, Mindanao, menyanggah rencananya kepada menjagokan pribadi demi timbalan kepala negara.

Survei terbaru saja menampakkan bahwa voucer tandem Duterte-Duterte tak sedang sebagai kesukaan, lewat se- peninjauan prelude September menampakkan bahwa Rodrigo Duterte membaui Senator Vicente Sotto III lewat 11 dot, tengah Sara melalui demosi 8 dot, menyelenggarakan doi selaku perangkaan terbebat lewat Marcos selanjutnya kembar pengikut sentris lainnya. Survei parak menampakkan kontes yg bertambah pendek, lewat paksa dekat sayap Marcos selanjutnya Walikota Manila Francisco “Isko” Moreno.

Memasuki bulan-bulan petang dekat gedung, Duterte yakni gambaran mulai dirinya yg dulu, menyelia federasi pasak kunci yg hancai. Melihat goresan dekat abar-abar, Duterte pernah melaporkan “purnabakti mulai ketatanegaraan,” walaupun dia peluang bakal mengebek lokasi penguasa koloni demi membela kelas mengenai bayaran dekat periode haluan.

Kandidat sentris seakan-akan Walikota Manila Isko Moreno dan bokser yg beralih sebagai senator Pacquiao pernah menyungsangkan bekas kawan mereka lewat selaku celangap menuding tadbir Duterte tak profesional selanjutnya “plundemic,” sebuah portmanteau memvisualkan perampasan gencar yg pernah berlaku semasa wabah. .

Niat kepada mencegah Marcoses menyamun balik Malacanang, Wakil Presiden jam ini Leni Robredo, kepala antagonisme de facto, saja pernah menggotong topinya ke buat cincin, berjanji kepada menggulung “ketatanegaraan durasi selanjutnya benyek” dekat Filipina.

Leni Robredo berjanji kepada menggulung “ketatanegaraan durasi selanjutnya benyek” dekat Filipina. © AP

Dalam kejeniusan strategis, pertahanan Robredo mengalihkan khayalan antagonisme reformis lewat menegaskan ketatanegaraan toleran, menaikkan penggarapan federasi yg global, menyedot retorika yg bertambah tegang, selanjutnya selaku literal menuruti ragam mutakhir — sirah orang muda — kepada mengambil alih ketatanegaraan reformis “Kuning” yg lemas. yg pernah putus pencaharian kilaunya dekat lingkungan pemilih orang muda.

Dengan dasar ini, Hadiah Nobel Perdamaian Maria Ressa yg kuno, yg prima sama wong Filipina mana juga, belaka menguatkan niat keteguhan toleran selanjutnya reformis wilayah itu yg selaku bersama-sama bergumul kepada keleluasaan mendurhaka ombak kerakyatan adikara.

Pemilihan kepala negara yg bakal berlabuh waktu ini tertumbuk pandangan seakan-akan sirkus yg berkaru balau, namun itu yakni waktu kuno kepada mengayomi selanjutnya membakar balik kerakyatan yg fragmen belur.

« »