10 Jul
3:48

ISRO mudik beroperasi tumpat; berencana bakal memproduksi bintang beredar visualisasi geografis ala 12 Agustus

Peluncuran lewat diharapkan ala candra April lagi lewat ala candra Mei walakin persuasi bukan sanggup dilakukan berkat penguncian pada segenap potongan dunia

Bengaluru: Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) mudik melayani proses peluncuran seutuhnya pada bandar antariksa Sriharikota pakai konsep mengedari bintang beredar visualisasi geo GISAT-1 pada pada peluru berpandu GSLV-F10 ala 12 Agustus.

Ini bakal selaku peluncuran kedua perhimpunan antariksa yg berpangkalan pada Bengaluru ala warsa 2021 yg dilanda COVID-19. ISRO menemui memproduksi dakwah PSLV-C51 ala 28 Februari pakai bintang beredar penglihatan adam Brasil Amazonia-1 lagi 18 pengikut bersama-sama, terbabit segenap dibangun sama mahasiswa, pada pada bahtera.

GISAT-1 seberat 2.268 kg awalnya dijadwalkan bakal diluncurkan mulai Sriharikota pada negeri Nellore Andhra Pradesh, seputar 100 km searah paksina Chennai, ala 5 Maret warsa lampau walakin ditunda sehari sebelum peluncuran berkat trek teknis.

Setelah itu, peluncuran ditunda berkat penguncian buah COVID-19 yg menghasut proyek salim.

Itu dijadwalkan ala 28 Maret warsa ini walakin “soal seni” pakai bintang beredar mengakas penundaannya.

Peluncuran itu lewat diharapkan ala candra April lagi lewat ala candra Mei walakin persuasi bukan sanggup dilakukan berkat penguncian pada segenap potongan dunia yg dipicu sama alun kedua hawar.

“Kami sudah mengarang peluncuran GSLV-F10 ala 12 Agustus, tanda waktu 05.43 dini, terserah ala kedudukan keadaan udara”, madah seorang pembesar ISRO pada PTI ala yaum Sabtu.

Menurut ISRO, GISAT-1 bakal menyediakan penglihatan zaman menjelang sub-benua India, lubuk kedudukan leluasa mega, ala selang yg acap.

GISAT-1 bakal ditempatkan pada Geosynchronous Transfer Orbit sama GSLV-F10 lagi, lalu, bakal ditempatkan pada jalur geostasioner buncit, seputar 36.000 km pada pada garis khatulistiwa adam, nunggangi orde propulsi on board-nya.

Satelit riset adam bakal menyenggangkan potret pinggiran dunia terkandung selaku real-time lagi serupa mengizinkan kontrol bangat mengenai kenahasan liwa.

Para prigel menceritakan pencantuman bintang beredar penglihatan adam yg cekatan pada jalur geostasioner menyandang surplus sempurna.

“Ini bakal selaku game-changer lubuk segenap keadaan bakal India,” madah seorang pembesar Departemen Luar Angkasa.

“Dengan kodak pernyataan semampai, bintang beredar bakal mengizinkan dunia bakal mengecek pulau India lagi segara, terpenting perbatasannya, selaku langsung menerobos,” madah pembesar itu.

Mencantumkan arah dakwah, ISRO sebelumnya menceritakan bahwa bintang beredar bakal menyenggangkan visualisasi sayup real-time mulai daerah yg belantara yg membetot ala selang yg acap.

Ini bakal menyokong lubuk kontrol bangat kenahasan liwa, episodik lagi setiap perihal jangka lengkung pandak.

Tujuan ketiga yakni bakal menjumpai kualitas spektral agraria, kehutanan, mineralogi, kritikan kenahasan, bawaan mega, salju lagi gletser lagi oseanografi.

penyudah mulai

« »