26 Jun
12:10

Kematian Noynoy Aquino melancarkan bangsa Duterte pada kepada keleluasaan

MANILA — Benigno “Noynoy” Aquino III, bekas kepala negara Filipina pula ananda sejak ganda tanda kerakyatan terbesar medan itu, tutup usia gara-gara kelainan buah punggung ala Kamis bermutu umur 61 warsa.

Jenazah Aquino yg dikremasi dimakamkan ala musim Sabtu bergabung oknum tuanya pada Manila Memorial Park. Konvoi pengebumian disambut sama perdua pembawa yg menanti pada sembir titian, segenap melingkarkan bermacam-macam asfar partikular Aquinos. Guci Aquino pernah dibawa ke Universitas Ateneo de Manila, almamaternya, menjumpai dilihat orang banyak ala musim Jumat pula menjumpai ekaristi pengebumian ala Sabtu dini.

Wafatnya Aquino berlangsung jangka kala pemandangan ketatanegaraan lari pada medan yg didominasi sama bangsa. Dalam segenap warsa belakang, kelompok Presiden Rodrigo Duterte yg berbasis pada daksina Filipina pernah berkuasa. Dengan gendongan Duterte, suku bekas kepala negara pula otokrat Ferdinand Marcos — udu turun-temurun Aquinos — pernah menoleh kekayaannya tumbuh pulang.

Kematian mendadak Aquino menggugah luas cermin ala abad status heksa tahunnya, yg berpisah ala 2016 pula menoleh kesadaran perniagaan sejak segala sesuatu yg disebut “oknum gering Asia.”

Presiden Duterte mengetengahkan 10 musim berdukacita dalam negeri pula menyapa kepergian Aquino demi “tempo menjumpai bercampur bermutu pujian Tuhan pula mengasingkan divergensi kita.”

Seorang pelindung kebanggaan mengacak galas gombang bekas Presiden Filipina Benigno Aquino III pada Manila Memorial Park pada Paranaque City, Metro Manila, ala 26 Juni. © Reuters

Aquino, kepala negara ke-15 medan itu, dilantik ala Juni 2010 sesudah wijaya pas bermutu pemilu yg didukung sama propaganda anti-korupsi yg perkasabertinggung. Mantan senator itu bukanlah preferensi prima partainya, tapi laung hubaya-hubaya beliau merancangkan batang tubuh sesudah kepergian ibunya, Corazon Aquino, bekas kepala negara ala Agustus 2009 lewat. Bagi perdua pembawa, seorang Aquino yaitu balasan kepada penggelapan meriah yg menimpa kampung halaman ini.

“Saya menampung pledoi warga negara. Saya pula menampung aba-aba oknum lanjut umur gua. Saya menampung mengecap perlawanan menjumpai menambahkan pergelutan menjumpai medan kita,” tegas Aquino jangka kala mendeklarasikan pencalonannya. Itu doang 40 musim sesudah kepergian ibunya, pula beliau bercakap pada bekas yg setingkat pada mana beliau menyauk kaul jabatannya ala warsa 1986.

Banyak yg menganggapnya demi detik asal usul yg repetitif.

Ayah Aquino, Senator Benigno “Ninoy” Aquino Jr, dibunuh ala warsa 1983 pada prinsip Bandara Internasional Manila – akhirnya dinamai menjumpai menghormatinya – jangka kala sira pulang sejak pengucilan pada AS Pembunuhan tamak ketua antagonisme yaitu impetus menjumpai Rakyat Kekuasaan, pusaran revolusioner yg melempar totaliterisme Marcos pula menongkat Corazon Aquino, seorang ibunda dewan eskalator, ke kedera kepresidenan.

Meskipun sira datang pada balai oleh kardigan oknum tuanya, Aquino menambahkan menjumpai menciptakan wasiat yg substansial oleh haknya sorangan. Manajemen ekonominya yg kordial pula citranya yg tiada kuasa dikorupsi mengilhami din sejak perdua penanam modal yg pernah rentang waktu teror sama ketatanegaraan yg pengkor, akal pengambilalihan kekuasaan, pula afair penggelapan.

Di sisi belakang supervisi Aquino, barang nusantara bruto hidup hitung panjang 6% setiap warsa, terbesar bermutu 40 warsa. Investasi aneh sertamerta tahunan ke atas selaku $8,3 miliar ala warsa 2016 sejak doang $2 miliar sebelum beliau menjabat. Peringkat pengaruh medan seberinda ke atas.

Presiden belakang pula menguatkan perhimpunan penjagaan rentang waktu oleh AS Pada 2013, sira menghadapi desakan perluasan China pada Laut China Selatan yg disengketakan. Tetangga membelokkan perkasabertinggung pada medan itu tunduk bermutu arbitrase semesta pada Den Haag bermutu kesimpulan yg dijatuhkan seminggu sesudah Aquino membelakangi jabatannya. China tiada tahu menghargai yurisdiksi pidana.

“Komitmen pagan Presiden Aquino menjumpai mengembangkan pemufakatan, melempangkan dominasi rasam, pula menggugah kemajuan perniagaan menjumpai sekalian oknum Filipina, serta menyauk sikap kosen menjumpai menaikkan susunan semesta berbasis tatanan, membelakangi wasiat asing stereotip pada bermutu pula asing kampung halaman yg hendak memperkuat sepanjang bertahun-tahun. hendak merapat,” tegas Presiden AS Joe Biden bermutu sebuah permakluman.

Corazon Aquino, kidal, berkampanye menjumpai kepresidenan ala 1986 pada di balik People Power. Popularitasnya menumpu menggugah putranya, Benigno, ke kedera kepresidenan ke-15 Filipina ala 2010. (Sumber potret sama Reuters pula Getty Images)

Tetapi menjumpai sekalian pamor internasionalnya, menyurutkan kesukaran nusantara pula ketidakseimbangan kemasyarakatan konsisten selaku tantangan terkiat kirim Aquino. Itu menciptakan sirat-sirat kirim Duterte – oknum asing yg mencadangkan resep senjata perkasabertinggung menengkar hal dalam negeri.

Seminggu sebelum penetapan 2016, Aquino menerangkan pemilih akan Duterte, menyiratkan bahwa sira menyandang pembawaan demi otokrat. Masih walikota Kota Davao pada daerah daksina Mindanao menyampuk terkaman ketatanegaraan Manila pula wijaya pas oleh kian sejak 6 juta bunyi kian sejak saingan terhampir Mar Roxas, penghubung Aquino yg diurapi.

Kepresidenan Duterte sungguh-sungguh terpaut bermutu sekalian sebelah. Dia melekap China pula menjauhkan batang tubuh sejak AS. Dia memperkenalkan pertempuran narkoba saru yg pernah melenyapkan beribu-ribu terjangka penggarap — propaganda berpembawaan yg biar prominen pada bermutu kampung halaman dikutuk terkiat pada asing kampung halaman. Duterte pula menangani elit usaha dagang yg tercantol oleh Aquino menjumpai melandas gendongan.

Beberapa mengaku Aquino demi terpilih, pula khayalan adam stereotip Duterte meragut luas oknum Filipina. Popularitas kepala negara tiada berubah sekalipun berlangsung lonjakan kelaparan pula pengangguran pada sentral endemi, pula politiknya yg sedikit hukum pernah menaklukkan label Aquino.

Dalam penetapan cotok termin 2019, kadet kawan Duterte, terliput bekas ajudannya Bong Go pula tendas petugas keamanan Ronald Dela Rosa, memboyong sepenggal terkemuka sejak 12 kedera pada kepada kenap. Sepupu Aquino, Paolo Benigno “Bam” Aquino IV, selama itu kandas terseleksi pulang.

Meskipun Duterte mendapatkan gendongan asing stereotip, kepergian Aquino kuasa berakhir ala kuali ketatanegaraan, perdua analis mengakui. Itu berlangsung sedikit sejak setahun menjelang penetapan kepala negara Mei 2022. Pelopor depan yaitu Sara Duterte, puti kepala negara pula walikota Davao.

Ferdinand Marcos Jr., — bekas senator pula ananda almarhum kepala negara, pula pegari demi lawan perkasabertinggung bermutu telaah pandangan. Marcos tunduk kurang sejak Leni Robredo yg didukung Aquino bermutu penetapan orang tengah kepala negara 2016.

Sementara itu, perdua loyalis Duterte pernah mendorong kepala negara yg sedang sungguh-sungguh prominen itu menjumpai merancangkan batang tubuh demi orang tengah kepala negara. Ini hendak mengharuskan beliau menjumpai lantas menduduki kedaulatan oleh meninggalkan sempadan abad status heksa warsa yg diberlakukan sepanjang kepresidenan Corazon Aquino. Konstitusi 1986 menempatkan keyakinan unik terma menjumpai menyedang pula mencegah terulangnya totaliterisme Marcos.

Sara Duterte terkadang mengikuti ayahnya bermutu isra ke asing kampung halaman. Di sini, mereka disambut sama peserta komune Filipina pada Hong Kong ala April 2018. © PCOO

Peter Mumford, seorang analis pada Eurasia Group, bekerja meninggalnya Aquino kuasa meninggikan gendongan menjumpai Partai Liberalnya, yg pernah bokoh bermutu telaah pandangan.

“Namun, proporsi oleh kesadaran ketatanegaraan Aquino III sesudah kepergian oknum tuanya pula status jangka kala ini kudu dibuat oleh telaten,” tegas Mumford untuk Nikkei Asia. “Orang lanjut umur Aquino makin kian prominen pula dihormati. Ditambah pula, ala warsa 2010 tiada tertentang kepala negara yg sungguh-sungguh prominen yg kaya melandas gendongan jasad menjumpai wali yg mereka seleksi – semacam halnya oleh Duterte kini.”

Bob Herrera-Lim, seorang analis pada Teneo, sebuah perseroan instruktur, melafazkan kepergian Aquino “ala walhasil hendak melancarkan perdua pembawa Duterte selaku incaran bergabung menjumpai hantaman populis mereka” pula prospek “membangkitkan pergeseran resep menjumpai tadbir.”

Meninggalnya bekas kepala negara “hendak menyimbolkan pemikiran” menjelang penetapan kepala negara 2022, tegas Edna Co, seorang guru besar manajemen orang banyak pada Universitas Filipina.

“Bukan apakah kita pemuja PNoy alias tiada,” tegas Co, memakai predikat prominen bekas kepala negara itu. “Ini yaitu pemikiran kepemimpinan semacam segala sesuatu yg aku miliki pula mau aku miliki ala 2022.”

Sementara pergeseran bangsa hendak diikuti, Co melafazkan hendak kian kordial andaikata penetapan warsa permulaan kian induk ala tadbir dari kelompok ketatanegaraan.

“Filipina pernah terperosok bermutu ketatanegaraan bangsa, tapi ini pernah zaman ke-21,” tegas Co. “Pemilihan berikutnya patut akan tadbir yg demokratis, tersungkap sejak sapa yg membawanya – gua tiada ingat apakah itu Marcos, Aquino alias Duterte.”

« »