06 Sep
11:49

Ketiadaan terasa: dasawarsa pengiritan kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah Thailand

Pernyataan yg diberikan atas perundingan “Thai Update 2021: Crisis Management and Long-term Implications”, Australian National University, 27 Agustus 2021

Pada November 1997, pada sentral darurat moneter regional yg dimulai pada Bangkok, anggota kabinet perantau tanah tumpah darah segar Thailand Surin Pitsuwan menjanjikan “transformasi unggul lubuk kebijaksanaan”. Dia membengkokkan penghampiran “Tim Thailand” bakal pekerjaan perantau tanah tumpah darah, sama perdua utusan unggul bukan cuma menyubstitusi departemen namun serupa medan, lalu mengasihkan sokongan kepemimpinan lalu gerombolan Thailand bakal urusan sapir peleraian PBB pada Timor Timur. Sebagai pengukuhan bagi ketetapan ASEAN belum lama bakal membenarkan Myanmar, dia menaja kebijaksanaan “peran serta plastis” atas jiran polemis Thailand.

Penggantinya, Surakiart Sathirathai, menaikkan barang apa yg disebutnya “peran serta ke front” bakal membentuk tali segar ataupun yg diperbarui sama medan asing, lalu menilik penudingan “utusan unggul CEO” bakal menyubstitusi Thailand pada encim praja sempurna. Di palas-palas surat kabar ego, terbentuk dwi debit khotbah Surakiart pada geladak identitas Forward Engagement, terjumlah “Thailand: The Path Forward” lalu “The Future of Asia”. Di jurang hasilnya yaitu Dialog Kerjasama Asia, Inisiatif Chiang Mai, lalu ACMECS, yg seberinda kukuh terbentuk.

Peran berikutnya yaitu Kantathi Suphamongkhol, yg menganjuri kebijaksanaan Thailand menyerempet intensi nuklir Iran lalu Korea Utara, sebelum mempersembahkan cais terhadap Kasit Piromya, bekas utusan unggul bakal AS yg berdenyut bakal mempertalikan hajat Thailand sama gandar Presiden Obama pada Asia. Pada jangka kala itu, Surin suah sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN, mengelompokkan respon ruang atas Topan Nargis Myanmar lalu darurat lainnya.

Ringkasan pendek ini bukan cuma mencengkeram catur anggota kabinet perantau tanah tumpah darah, namun tiga primer anggota kabinet Thailand yg sungguh-sungguh sempit menilik suatu sesuai asing. Mereka bukan memegang pandangan yg sesuai bakal Thailand pada ranah tercatat, namun kepadanan pada jurang mereka yaitu bahwa sendiri-sendiri suah pandangan seragam itu—dikemas, diartikulasikan, lalu dikejar. Apakah mereka acap mengelih bertambah terpencil mulai yg diizinkan sama realitas ketatanegaraan? Ya. Upaya Surakiart yg batal bakal sebagai Sekretaris Jenderal PBB sebagai membantu membentuk arah padam sendiri sama Thailand, akibat sepihak unggul penganalisis mengakui bahwa Surin—jangka kala itu bukan tambah menjabat lalu bukan disukai—mau unggul jikalau beliau sebagai magang medan. Tetapi informasi bahwa dwi asma Thailand tengah dibicarakan akan Majelis Umum membuktikan kompetensi lalu akidah mulai kepemimpinan kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah negeri atas jangka kala itu.

Memang, senyampang resume ego mencengkeram 14 tarikh kebijaksanaan Thailand yg mengejuti sepuluh dasawarsa segar, itu selesai atas medio 2011 sama terpilihnya Yingluck Shinawatra sepuluh tarikh terus. Seolah embuh mengilustrasikannya, catatan asma anggota kabinet lalu negatif anggota kabinet perantau tanah tumpah darah beristirahat pada Kasit.

Dekade semenjak itu suah sebagai kisah yg sungguh-sungguh berlawanan, yg suah mengelih pandangan Thailand putar balik ke lubuk lalu menciut melewati pantainya; pengiritan bagi penjangkauan lalu ide yg persisten.

Tiga situasi sempurna mengasosiasikan peristiwa ini, dwi yg prima—kepemimpinan lalu ketatanegaraan lubuk tanah tumpah darah—suah menguatkan suatu sesuai asing. Menteri Luar Negeri Yingluck, Surapong Tovichakchaikul, Ph.D. pada lopak cara lalu bekas manajer IBM, menerangkan terhadap ego atas tarikh 2015 bahwa prioritasnya yaitu melebarkan tali perdagangan Thailand sama China—arah yg labut namun bukan utopis menimbang kaliber pendek China jangka kala itu selaku perdagangan terbesar pada manjapada. Surapong, yg wafat sebagai menyayat hati Mei terus, bukan cuma tergantung sama primer anggota kabinet melangkahi perbauran namun suah membelot mulai organisasi politik antitesis Demokrat lima tarikh sebelumnya. Setelah suatu perebutan kekuasaan lalu dwi perebutan kekuasaan yudisial yg suah menggelindingkan keluarga laki-lakinya lalu sekutunya, Yingluck menugasi kepemimpinan yg taat yg embuh merintis rel segar.

Dinamika sedarah serupa dialami dwi anggota kabinet perantau tanah tumpah darah Thailand semenjak perebutan kekuasaan yg menggelindingkan Yingluck atas 2014. Yang prima yaitu pemimpin gerombolan penjagaan Thailand; yg kedua, Don Pramudwinai, masa ini pernah menaiki tarikh ketujuh lubuk pekerjaannya. Meskipun menjejali prasyarat, sama utusan unggul bakal China, Uni Eropa, PBB, lalu AS, Don kukuh ditunjuk sama penguasa perebutan kekuasaan lalu sama sekian melenyapkan sepihak unggul waktunya bakal mengasosiasikan bila, betapa, lalu sejauh mana negaranya mau ulang. , ataupun suah ulang, ke kerakyatan. Masa jabatannya suah ditandai sama ulah konvensional lalu mencegah dari khilaf suatu kongsi ataupun intensi.

Penting pada sini bahwa kepemimpinan ego cuma merujuk atas intonasi lalu jangka lengkung tempo, kebijaksanaan lalu prerogatif, yg ditetapkan sama departemen perantau tanah tumpah darah memutar bagi, lalu malahan lain atas tajuk utusan unggul, bahkan tajuk operasi pada jurang kompilasi diplomatik Thailand. Selama 14 tarikh ego berkenaan sama wakil plonco lalu supervisor Thailand, pada Bangkok lalu perantau tanah tumpah darah lalu pada jurang heterogen bagian lalu jurusan, ego terkesan sama prasetia lalu kekuatan mereka. Demikian sekali lagi, keturunan Adam Amerika yg terbabit lubuk sistem kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah pada Washington yg ego wawancarai sama Asia Foundation atas tarikh 2018, serupa mencatatkan bahwa wakil Thailand melawan wakil mulai Singapura selaku yg memutar ahli pada ruang ini lubuk merampungkan benda pada Capitol Hill lalu Foggy Bottom.

Mungkin malahan bertambah perseptif dari kepemimpinan ataupun ketatanegaraan regional lubuk menduga pengiritan kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah Thailand sewaktu suatu dasawarsa yaitu situasi ketiga: regional lalu geopolitik. Dan pada sinilah hasilnya memutar terpandang lalu, takwa kalkulasi ego, memutar garib bakal Thailand lalu Asia Tenggara lainnya.

Kepemimpinan Yingluck berbarengan sama meningkatnya kemelut sekeliling sembilan beret putus-putus China pada Laut China Selatan lalu aplusan Thailand selaku organisator perundingan ASEAN-China. Meskipun awalnya menjaminkan kaliber non-penggugat lalu tali menongkrong sama China ke lubuk diskusi formal prima akan Kode Etik atas tarikh 2013, cerih waktu pekerjaan tiga tarikh—lalu paksa yg bisa jadi suah diteruskannya—dikompromikan sama perebutan kekuasaan. Sejak jangka kala itu kebijaksanaan Thailand yaitu menukil Konvensi PBB akan Hukum Laut; niscaya diingat bahwa AS, bakal segala peringatannya akan sistem berbasis resam, yaitu khilaf suatu mulai cuma 14 medan yg suah mengesahkan namun bukan meratifikasi pedoman tercatat. Pada jangka kala yg sesuai, Thailand menolak bakal beraksi kebijakannya atas operasi Cina yg relevan pada Laut Cina Selatan, yg pantas sama ketetapan Pengadilan Arbitrase pedoman tarikh 2016, yaitu menyimpuk patokan.

“Strategi Indo-Pasifik Bebas lalu Terbuka” Presiden Trump seberinda membutuhkan sanggahan regional, lalu semuanya tambah berbarengan sama kepemimpinan Thailand yg jelas, lungkang ini selaku presiden ASEAN atas 2019. Meskipun ancol tinggi Thailand atas dasarnya membubuhi cap tepian jurang Samudra Hindia lalu Pasifik, itu Indonesialah yg merancang barang apa yg mau sebagai “Pandangan ASEAN akan Indo-Pasifik” tarikh itu, selepas melobi sebagai sungguh-sungguh bakal adopsinya sewaktu 18 kamar. Mengingat kebengisan yg suah memburukkan kepemimpinan ujung Thailand sepuluh tarikh sebelumnya, ini taat asas sama tilikan mumbung penganalisis bahwa pendekatannya atas tarikh 2019 lain bakal membaguskan posisi dari mencegah benda sebagai sungguh-sungguh khilaf.

Tahun 2019 serupa membentuk tarikh prima mulai dwi tarikh pada mana Sungai Mekong menjelang rekor terendah, pada sentral gugatan akal kancil China atas pancuran larutan melangkahi tebat pangkal tangan. Thailand jangka kala ini menikmati superioritas fungsi kinerja, membentuk perdagangan terbesar pada subkawasan ini, lalu segera memegang tali yg memutar lampias sama China pada sarwa Asia Tenggara. Ini serupa membentuk ahli mulai 11 mulai 13 latar belakang operasi multilateral yg dirancang bakal mengelola Sungai Mekong ataupun subkawasan ekonominya, terjumlah khilaf satunya yg didirikan atas tarikh 2003. Memang, Strategi Kerjasama Ekonomi Ayeyawady-Chao Phraya-Mekong (ACMECS) yaitu langka latar belakang operasi yg terdiri mulai cuma Thailand lalu catur medan vak Mekong mulut sungai lainnya; Cina lain ahli. Namun tersungkap mulai pertahanan diplomatik yg melekap atas multilateralisme, Thailand sangsi bakal menunggangi posisinya lubuk melindungi hajat riparian seorang diri ataupun hajat tetangganya.

Dan belum lama, tujuh kamar terus Myanmar merasakan perebutan kekuasaan sama kebengisan, menyampaikan bena sekonyong-konyong ke sarwa ruang lalu mengadakan kesedihan tekun perincian skedul kerakyatan Washington lalu Inisiatif Sabuk lalu Jalan China. Itu serupa suah mengirim pelarian, penegah, lalu obat-obatan ke tepian Thailand lubuk total yg bukan terpandang sewaktu bertahun-tahun, belum tambah versi Delta yg menghentikan yg bukan dikendalikan sama kedua medan. Tidak terbentuk medan ASEAN yg memegang hajat bertambah unggul pada Myanmar yg tetap selain Thailand. Namun semuanya tambah, berlawanan sama sepihak unggul riwayat 54 tarikh ASEAN pada mana Thailand dianggap selaku bahana utamanya pada darat, Indonesia, bahana bahari sempurna perhimpunan tercatat, mengetuai respons regional atas perebutan kekuasaan. Meskipun Yangon bertambah suka magang Thailand selaku kurir ASEAN bakal darurat—bekas utusan unggul yg impresif bakal Myanmar, PBB, lalu AS—sama sungguh-sungguh celih, sumber-sumber menginformasikan, bahwa Thailand mengajukan calonnya, lalu sungguh-sungguh puas bahwa beliau bukan terseleksi.

ASEAN lalu pengumpulan bahana

Organisasi regional bukan mumbung ocehan namun mumbung laba sama penunjukan Myanmar musim Minggu.


Semua ihwal geopolitik ini menyigi etika kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah Thailand yg acap dikutip lalu bukan formal sewaktu dasawarsa ujung; merupakan, “Jangan sayap ana bakal meraih lokasi” lubuk kompetisi hajat lalu pamor yg semakin sungguh-sungguh jurang Amerika Serikat lalu Cina. Untuk lokasi, kurangi pilihan waktu front lalu tingkatkan prasetia waktu front. Lebih berdisiplin, begitulah pemikirannya, bakal segera bertaut atas “kebijaksanaan ampel” yg dibanggakan negeri. Namun tumbuhan ampel bukan sama sendirinya menggayun bakal mengantisipasi keleluasaan; pilih kasih mereka terapung-apung sama keleluasaan itu—acap lungkang datang-datang, sama lajak, lalu ke niat yg bukan mau mereka seleksi jikalau mereka memegang lurus sortiran bakal menugasi sesuai semuanya.

Yang mesti, terbentuk tanda-tanda kans. Mengenai Mekong, atas tarikh 2018 Thailand menyuntik upaya segar ke lubuk latar belakang ACMECS yg suah dibentuk Surakiart 15 tarikh sebelumnya. Sekarang memegang delapan teman pengerjaan, terjumlah AS, Cina, lalu Australia, lalu ditempatkan pada Unit Mekong segar pada Kementerian Luar Negeri. Juga atas tarikh 2018—bukan rentang waktu sebelum COVID-19 memerosokkan lalu menggelincirkan kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah pada mana-mana—Menteri Luar Negeri Don menebarkan Masterplan “5S” 20 tarikh yg segar: Keamanan, Keberlanjutan, Standar, Status, lalu Sinergi. Meliputi Revolusi Industri Keempat, kerjasama Selatan-Selatan, soft power, lalu tanggungan antarbangsa jurang asing bukan kesusahan pandangan.

Pada sudahnya, kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah yaitu dwi niat sendiri seorang diri. Sementara Thailand pandai lalu patut menghadapi ketetapan Wakil Presiden Harris bakal sebagai pemimpin supervisor AS kedua lubuk berbilang kamar bakal memperlainkan negeri mulai draf pelawatan regionalnya, itu serupa patut bersoal atas dirinya seorang diri barang apa kebijaksanaan pro-aktif, didorong sama Thailand, lalu menghala ke front. mau mustaid bakal mengurai, melindungi, lalu menaikkan.

Surin Pitsuwan sama menyesak wafat atas tarikh 2017, namun dia membelakangi pusaka kepemimpinan lalu pandangan kebijaksanaan perantau tanah tumpah darah yg mau sungguh-sungguh diuntungkan sama Thailand, lalu yg mau diakui sama perdua jiran lalu mitranya.

« »