04 Jan
4:05

Membentuk pulang pembelajaran maka pengerjaan: Belajar mulai Yru Laos

Pendidikan sama dengan preferensi unggul tinggi buku catatan pengerjaan menyeluruh maka kepentingannya pada rumpang lembaga menemani penguasa seolah-olah UNESCO, UNICEF, maka WHO kagak diragukan serta. Namun bahana maka tatapan semesta kategori kesukuan acap diabaikan tinggi komunikasi kebijaksanaan menyeluruh ini, maka kebijaksanaan melainkan berjuntai ala postulat yg merefleksikan asal usul maka situasi negara-negara pabrik Barat. Salah iso- postulat tercantum sama dengan ruangan yg acap dipertanyakan mulai pembelajaran ke kesegaran yg makin profitabel oleh pengikut pelihara meraup makin ekstensif kapabilitas, menyandang kunci yg makin profitabel ke sendang kinerja, maka menangkap kredensial bakal khasiat kemasyarakatan maka perniagaan. Namun, kajian mulai Yru pada Laos Selatan memfatwakan kita bahwa “harta pikiran sehari-hari” – indikator rekognisi pikiran – sama dengan resistensi yg pengembara elementer mulai kesentosaan kekerabatan maka temperamen pelacakan kesegaran mereka yg himpunan maka seringkali sinkretis.

Laos menuruti paradigma agak kebijaksanaan pembelajaran menyeluruh. Dalam kekuatan bakal pergi mulai statusnya selaku “zamin minim menanjak”, Rencana Pengembangan Sektor Pendidikan maka Olahraga 2015 pernah membirai pembelajaran selaku perangkat bakal menyulih suara penghuni Laos selaku,

“anak zamin yg profitabel, sains, afiat, kebal, berketerampilan semampai karena profesionalisme bakal menyusun zamin selaku terus-menerus, setela maka setela karena rantau maka semesta.”

Peningkatan simbolis ada pernah dibuat: kesertaan asli pembelajaran lunas pernah menjelang 98,8% ala tarikh 2016, maka 80,9% anak-anak mengatasi kampus lunas ala tarikh 2015/16, dibandingkan karena 48% ala tarikh 2007/08. Tetapi pertanyaan mantap hidup biarpun hidup kesuksesan yg jelas.

Salah iso- pertanyaan unggul sama dengan bahwa ganjalan sistemis menghambat kemahiran oknum kesukuan bakal menarik tahap tinggi maka mengelukkan pembelajaran pada Laos biarpun hidup kekuatan penguasa bakal memanggul kategori kesukuan. Dengan total penghuni sekeliling 6,9 juta sukma, kedapatan 50 kesukuan formal yg diakui penguasa. Mayoritas sama dengan kesukuan Lao Loum, maka norma mereka sama dengan langka norma formal zamin tercantum. Etnis asing menyandang konteks pikiran yg senjang, kira-kira kagak menyedot norma Laos selaku norma biyung mereka, maka penyakit mengakses pelayanan pembelajaran maka kesegaran.

Isu-isu makin tua tersembul pada lembah latar kunci ke pelayanan. Meskipun tes maka kebijaksanaan menjelaskan hasil nyata yg belantara mulai pembelajaran ala alat penglihat pencaharian terpenting pada negara-negara berpenghasilan murah maka semenjana, meriset modis pernah mengabadikan pertautan kontra-intuitif maka bersoal rumpang pembelajaran resmi maka realisasi kesegaran kekerabatan – misalnya pada Laos, Thailand, maka Cina.

Peta Laos PDR menyigi teritori Champassak. (Sumber: Pengguna Wikimedia Commons Hdamm)

Apakah kita wajar menyongsong (lagi-lagi) karakter “pembelajaran” tinggi pengerjaan menyeluruh? Untuk mengontrol pulang postulat beta, beta melangsungkan tes pada Distrik Paksong pada teritori Champassak, Laos Selatan (amat-amati denah). Penelitian beta berlanjur pada pedalaman Namtang (pop. 1114), pada mana orang-orang Yru ramai beriringan karena kategori kesukuan Lao Loum (Tai Lao). Sekolah setempat pada Namtang menguatkan kunci ke pembelajaran lunas maka semenjana pecah sepenggal adi penghuni pedalaman maka kekerabatan sekeliling, maka ahli kekerabatan ada menilai pembelajaran selaku perabot bakal mengarih maka menambah temperamen, alat penglihat pencaharian, maka pengerjaan sosok. Dalam kesan penghuni pedalaman, pembelajaran selaku rajin tercantel karena iman maka realisasi tercantel kesegaran, yg terkabul tinggi kunci lun-tur ke pelayanan kesegaran resmi termuat senter kesegaran, balai pengobatan partikelir, maka kios remedi pada pedalaman Namtang.

Tetapi kampus tak langka kuku ala realisasi kesegaran maka kesentosaan. Faktor kemasyarakatan maka pikiran lainnya, seolah-olah kebiasaan maka pertautan suku maka kekerabatan, segera mengelukkan realisasi kesegaran setempat. Memang, denah komune pada lembah ini memvisualkan sebuah kuil Buddha setempat (ceruk daksina lembah) selaku juntrungan unggul bakal perawatan maka rekognisi kesegaran bakal teruna dan penghuni pedalaman supervisor:

“Saya dulu seorang biksu. Cara aku menongkrongi kesegaran aku didasarkan ala anjuran Buddha, permenungan, maka Lima Sila Buddhisme.” (Peserta Penelitian Pemuda)

Meskipun peristiwa ini kagak jauh, ras Yru selaku tersendiri pula menegakkan harta pikiran takbenda yg disebut ampel (“mores” tinggi norma Inggris). Hal ini becus dipahami selaku tata cara yg menyelenggarakan kekerabatan, yg menyangkak misalnya kisaran antah sebelum weker 6 cepat ataupun mengedor senjata pada pedalaman, maka yg membutuhkan ritus revisi bakal mengembalikan kesentosaan maka bakal mencegah kesusahan.

Pemetaan partisipatif sama anak gaek yg memvisualkan letak penjagaan kesegaran maka perawatan pada pedalaman Namtang maka letak denyut jelas yg sebati. Dua lakaran terpilih memvisualkan Neum Reed, sebuah graha ritus bakal ritual Yru. Stiker berpoleng mengekspos prioritas penjagaan. (Sumber: sasaran tes. Kredit lakaran: Thipphaphone Xayavong.)

Itu ampel pikiran Yru memvisualkan berbagai rupa ukuran kesegaran maka kesentosaan maka memperumit pertautan yg acap diasumsikan rumpang pembelajaran resmi maka pendayagunaan pelayanan kesegaran. Berbeda karena pemaparan kebijaksanaan kesegaran maka pembelajaran yg menitikberatkan menderita balas kapita, ampel sama dengan pertanyaan beramai-ramai yg menyabitkan kesegaran maka kesentosaan komune: Jika hidup kapita yg mendampak ampel, peristiwa itu becus merecoki roman medium maka mengakibatkan cacat, janji, ataupun putus ahli kekerabatan yg kagak elementer. Untuk melakukan ramai yg afiat, mengurus sendiri unik cuma kagak tamam; mengindahkan janji kemasyarakatan yg ditetapkan sama ampel wajib diperhatikan pula. Warisan sehari-hari tinggi gaya ritus yg menyeret-nyeret dedikasi dabat maka minuman ritual mereproduksi janji kemasyarakatan ini, menjadikannya gaya kesentosaan yg diproduksi selaku beramai-ramai. Itu ampel ada dikatakan “diperlukan” bakal perawatan oleh ramai beriringan karena maka dimasukkan ke tinggi pemasokan cucuran unggul pelayanan kesegaran resmi:

“Jika beta kagak becus dirawat pada graha gering, ataupun mulai kuil, bahwa beta memperbaiki Reed.” (Peserta Penelitian Senior)

Dimensi kesentosaan kemasyarakatan maka kejiwaan seolah-olah itu acap menyisih tinggi kilah berkenaan kesegaran, pembelajaran, maka keterkaitannya. Untuk mengungkap ketidaktampakan tercantum, beta menyedot pola partisipatif yg makin kuat merejeng prospek kekerabatan maka segi kemasyarakatan pikiran yg makin belantara tinggi denyut mereka. Kami melancarkan karena serangkaian wawancara karena berbagai rupa pelaksana keinginan, termuat unit kesegaran, alat kesegaran, kekuasaan pedalaman, relawan kesegaran, maka penghuni pedalaman. Kami terus mengajar segerombol asisten pengkaji bakal rencana ini, yg beta menarik mulai desa-desa yg menceburkan diri. Sebagai pengkaji setempat yg berbagi pengetahuan serta merta mulai Yru, mereka kuat mengelukkan pulang buku catatan tes beta sebaiknya makin sebati karena situasi setempat. Asisten pengkaji terus menarik karakter unggul selaku co-fasilitator tinggi wawancara kekerabatan.

Demonstrasi pemanfaatan Lao Hai (botol minuman tegang) tinggi ritus Peng Reed. Dalam lagak yg walhasil, mandung lumat (sekali-sekali nangui lumat bakal lagak yg makin adi) maka Lao Hai sama dengan sepasang dedikasi unggul yg digunakan oknum bakal melepaskan ikram menjelang jin oknum sepuh mereka, ataupun jin pada negara (bengawan, pangan, danu). Ritual yg dipimpin sama ketua yg dihormati pada kekerabatan pernah berumah di karakter mulai pendahulu mereka. (Kredit lakaran: Sai, Asisten Peneliti pada Desa Namtang.)

Konsultasi kekerabatan pulang menyedot metode partisipatif (mainan karakter, kategori perundingan bundaran bahagia, pemetaan komune) maka melepaskan bilik yg jernih pecah ahli kekerabatan bakal berbagi pengetahuan pada piring pembelajaran maka kesegaran. Pengaturan bilingual menyedot norma Yru maka Lao menyediakan resepsi rancangan yg himpunan, penerimaan seiring, maka pembuatan seiring rekognisi. Teknik berbasis kecakapan lainnya seolah-olah pemetaan partisipatif maka mainan karakter menyokong menciptakan bilik rileks maka menyejukkan pecah orang-orang bakal nonblok mendongengkan lakon mereka. Dibandingkan karena pola tes naif (yg pula beta gunakan, tinggi rencana ini maka sebelumnya), paruh pengikut becus makin mengatur macam penjelasan segalanya yg kepingin mereka sajikan maka macam mana mereka menyusun pemaparan mereka.

Tersenyum bakal bergelut: Menunggu endemi pada Laos

Sebuah perdebatan strategis maka belum terjawab sama dengan sejauh mana kebiasaan perladangan subsisten lagi becus memakai suku mantap berkeras hati.


Penelitian berkenaan karakter pikiran tinggi menaikkan kesegaran bukanlah peristiwa modis. Studi beta, bagaimanapun, kagak cuma berpendapat harta pikiran selaku perabot bakal menaikkan kesegaran lamun berpusat ala poin nirmala maka saripati tinggi mengelukkan realisasi kesegaran maka mengejawantahkan kesentosaan kekerabatan tinggi koeksistensi maka perkembangan seiring karena segalanya yg disebut terapi segar. Di pedalaman Namtang, menongkrongi kesegaran maka kesentosaan tak cuma menderita balas kapita bakal mantap afiat selaku tubuh, lamun jalan pembuatan pikiran beramai-ramai kekerabatan. Warisan pikiran takbenda seolah-olah: ampel mendeskripsikan pertautan kapita karena suku, komune, maka bilik mereka (mis Neum Reed), yg membuatnya wajib bakal menongkrongi kesentosaan kapita maka kekerabatan.

Suara kategori kesukuan menyokong kita merenungkan maka menyongsong letak kebijaksanaan cucuran unggul: Jika kebijaksanaan pengerjaan menaikkan pembelajaran resmi sekuler yg mengungsikan kegaliban tua, apakah kita kagak bakal menggerecoki realisasi pikiran yg selaku kagak serta merta mempengaruhi kesegaran tubuh, maka pula selaku serta merta mengelukkan ukuran non-fisik kesentosaan? Memang, ideal pembaharuan maka pelacakan mereka bakal “anak zamin yg profitabel, sains, afiat, kebal, berketerampilan semampai karena profesionalisme” kira-kira selaku kagak asa merisaukan kesegaran multidimensi biarpun rencana profitabel mereka. Pendekatan partisipatif yg sensitif atas harta – maka, ala belakangan, kebijaksanaan pengerjaan yg sensitif atas harta – becus menyokong mendinding prospek maka denyut yg acap terpinggirkan tinggi komunikasi cucuran unggul.

« »