14 Jun
9:18

Nippon Yusen membeli 12 pengantar otomobil berbahan memperapikan LNG seharga $912 juta

TOKYO — Pengirim nautikal Jepang Nippon Yusen mau menyertakan modal kian sejak 100 miliar yen ($912 juta) lubuk 12 angkutan pengantar terkini yg berbahan memperapikan asap umbul-umbul kendur, atas produser otomobil mencari jalan meluak emisi karbonium dioksida lubuk pertalian cadangan mereka, sebagai itu yg dipelajari Nikkei.

Pesanan Nippon Yusen yaitu yg terbesar dekat Jepang menurut bahtera berbahan memperapikan LNG. Kapal sebangun itu diharapkan mengejawantahkan emisi karbonium dioksida 25% kian sececah dibandingkan via pengantar momen ini yg berbahan memperapikan gasolin.

Pembuat otomobil sudah mencari jalan meluak emisi lubuk pertalian cadangan mereka. Pengangkut berbahan memperapikan LNG pernah sebagai persyaratan ijab alokasi industri yg embuh berkecimpung persis via Volkswagen Jerman. Toyota Motor Jepang berangkat menuntut kontraksi emisi karbonium dioksida sejak leveransir transenden yg memegang bisnis serentak dengannya, bersama diharapkan menyusun seruan selari sejak industri transportasinya dekat era ambang. Honda Motor pula diharapkan menurut mengepas meluak emisi lubuk pertalian pasokannya.

Hanya terbit seputar 10 angkutan pengantar berbahan memperapikan LNG, sejak seputar 700 sebagai garis besar. Nippon Yusen, yg menjadi pemilik terbesar sejak transporter tercantum, memampang jaminan dahulu via menyelenggarakan pemodalan gemuk.

Nippon Yusen mau membeli Shin Kurushima Dockyard bersama Nihon Shipyard, yg menjadi joint venture sejak Imabari Shipbuilding bersama Japan Marine United, menurut tiap-tiap membentuk heksa angkutan pengantar. Masing-masing mau memegang posisi mencantumkan seputar 7.000 angkutan.

Nippon Yusen memegang 120 operator otomobil yg bekerja atas Maret. Hanya homo- yg berbahan memperapikan LNG. Hingga pucuk 2028, perseroan meratifikasi memegang 20 anggota pengantar berbahan memperapikan LNG. Biayanya seputar 10 miliar yen menurut membentuk khilaf satunya, 20% kian semampai sejak jenis gasolin. Nippon Yusen diharapkan pandai menyelenggarakan pencermatan beban via membeli heksa bahtera sejak tiap-tiap pendiri.

Pengirim berhajat menurut meluak emisi asap pondok muka surat senggat setengahnya atas tarikh pajak 2050 sejak susun tarikh 2015. Industri pembentukan bahtera lagi membeberkan teknologi kontraksi karbonium dioksida, tertera pemakaian amonia bersama hidrogen, yg diharapkan mau dikomersialkan atas dahulu pucuk 2020-an. Nippon Yusen pula memikirkan bahtera tingkatan berikutnya demi sortiran.

Teknologi terkini menurut bahtera renceng mulut dunia dipandang demi prospek alokasi pabrik pembentukan bahtera Jepang. Pembuat bahtera Jepang sudah putus pencaharian antaran atas mereka menempuh rivalitas sejak pemeran Cina bersama Korea Selatan.

« »