16 Jun
9:29

Paparan virus flu polos beroleh mengayomi mulai COVID-19: Studi

Mereka mengindra ciri perkembangan ekspres SARS-CoV-2 berbobot sekitar yaum perdana peradangan, diikuti plus aktivasi penjagaan fisik.

Washington: Paparan virus pembawa flu polos beroleh meneruskan asilum akan peradangan virus SARS-CoV-2 pada mudik COVID-19, patuh sebuah penggalian.

Penelitian, yg diterbitkan ala yaum Selasa pada Journal of Experimental Medicine, mengindra bahwa rhinovirus, virus fotosintesis kasar, mengasaskan aksi gen yg distimulasi interferon.

Gen-gen ini menembakkan anasir respons pendahuluan berbobot bentuk resistensi yg beroleh mengeluarkan reproduksi SARS-CoV-2, virus yg melahirkan COVID-19, pada berbobot membran selokan berasimilasi yg terkena flu, logat perdua peneroka.

Memicu penjagaan ini pada pendahuluan darmawisata peradangan COVID-19 menjanjikan akan mencegah ataupun menyembuhkan peradangan, logat penggubah mencari ilmu supervisor, Ellen Foxman, asisten guru besar pada Yale School of Medicine pada AS.

Salah se- kuasa akan meluluskan ini, logat Foxman, sama dengan plus mengurus penderita plus interferon, zat putih telur bentuk resistensi yg serupa terhidang selaku remedi.

“Tapi itu sekalian terjemur ala waktunya,” katanya.

Pekerjaan sebelumnya mengunjukkan bahwa ala langkah penjuru COVID-19, lantai interferon yg jangkung dikaitkan plus buatan kelainan yg makin korup, lagi beroleh menembakkan respons kalis yg berlebihan berlaku.

Namun, mencari ilmu genetik terbaru mengunjukkan bahwa gen yg distimulasi interferon serupa beroleh mengayomi berbobot kejadian peradangan COVID-19.

Para peneroka kepingin menyelami bentuk penjagaan ini pada pendahuluan darmawisata peradangan COVID-19.

Mereka membelah akan menyelami apakah rhinovirus bakal menyimpan impak komersial akan virus SARS-CoV-2.

Tim tertera menginfeksi membran selokan berasimilasi orang yg berkembang pada makmal plus virus lagi mengindra bahwa semasih tiga yaum perdana, viral load berbobot membran berkeluk rangkap setiap heksa arloji.

Namun, perdua peneroka mengindra bahwa reproduksi virus COVID-19 serius genang pada membran yg pernah terpapar rhinovirus.

Jika penjagaan antivirus diblokir, SARS-CoV-2 beroleh bereproduksi pada membran selokan berasimilasi yg sebelumnya terpapar rhinovirus.

Pertahanan yg pas menangguhkan peradangan SARS-CoV-2 kian sonder rhinovirus, namun sekadar seumpama takaran infeksinya sedikit.

Hal ini mengunjukkan bahwa viral load ala tatkala terpapar merupakan distingsi apakah fisik beroleh memerangi peradangan sebagai sehat, tulis perdua peneroka.

Tim peneroka serupa menyelami ilustrasi elus penghirup mulai penderita yg didiagnosis mendalam plus pendahuluan peradangan.

Mereka mengindra ciri perkembangan ekspres SARS-CoV-2 berbobot sekitar yaum perdana peradangan, diikuti plus aktivasi penjagaan fisik.

Menurut temuan mereka, virus rata-rata menumpuk laju semasih sekitar yaum perdana peradangan, sebelum penjagaan pengasuh dimulai, berkeluk rangkap setiap heksa arloji serupa yg visibel pada makmal.

Pada sekitar penderita, virus berkembang makin ekspres, perdua peneroka mengindra.

“Tampaknya berdiri kurik legit virus ala pendahuluan COVID-19, pada mana virus bereplikasi sebagai eksponensial sebelum menembakkan respons penjagaan yg mencolok,” logat Foxman.

Dia membaca bahwa penyembuhan interferon menjanjikan namun larat kelekek, sebab secuil tegap bakal sehat ala hari-hari kunjung selesai peradangan, kali membludak penghuni enggak mengunjukkan fenomena.

Secara konsep, penyembuhan interferon beroleh digunakan selaku pencegahan ala penghuni yg berisiko jangkung yg pernah meluluskan komunikasi mendalam plus penghuni asing yg didiagnosis plus COVID-19, logat mereka.

Uji seandainya interferon ala COVID-19 masih berlantas, lagi sejauh ini mengunjukkan kementakan arti pada pendahuluan peradangan, namun enggak tatkala diberikan belakang.

Temuan ini beroleh menunjang membaca apa sebab ala saat-saat tarikh kali influenza polos berlaku, lantai peradangan plus virus asing serupa influenza miring makin sedikit, imbuh Foxman.

penjuru mulai

« »