21 May
6:15

Pemasok Apple Taiwan bergulat seraya darurat COVID India

TAIPEI – Steven, seorang direktur pada developer halaman ladang pabrik teknologi Taiwan, tiba pada Taipei atas yaum Sabtu bagi prima kalinya mulai ditempatkan pada Bangalore makin berawal mono- seperdua warsa yg lampau.

Dia disambut sama teguran COVID-19 yg belum lama menumpuk pula darma karantina ratusan kilometer berawal rumahnya – lamun itu tinggal makin mulus ketimbang kedudukan yg dirinya tinggalkan.

“Situasi pada India sepenuh hati membina ana pula sarat handai penyuplai teknologi Taiwan teksir. Tidak semacam warsa lampau waktu penguasa mengaplikasikan pemisahan selektif bagi mencegah pemencaran virus Corona. Kali ini terlampau deras,” Steven, yg menyoalkan situasi itu kepadanya. pula perusahaannya kagak becus diidentifikasi, cerita Nikkei Asia. “Banyak penyuplai yg ana tahu sudah mengirim buruh mereka mudik ke Taiwan pula ana jua menuturkan terhadap rekan-rekan ana bagi lekas angkat kaki. Saya sama dengan penghuni termuda pada perseroan ana yg mudik ke Taiwan.”

India beruang bermakna cengkaman menyimpang mono- endemi virus korona mengelokkan kronis pada semesta. Kematian koran rerata melebihi 4.000 semasih tujuh yaum tenggat 19 Mei, selama persoalan yg dikonfirmasi sudah naik berawal seputar 12.000 setiap yaum pada candra Maret selaku makin berawal 400.000 setiap yaum pada candra ini.

Selain objek psike yg luar biasa kabir, pagebluk termaktub menghasilkan kompleksitas penggal perseroan Taiwan yg sudah mengembangkan pada desa itu seraya hajat mengerjakan persembunyian pembuatan preferensi ke China.

Pada 10 Mei, departemen perantau kampung halaman Taiwan melontarkan perintah yg mendongsok warganya bagi membelakangi India oleh kedudukan COVID-19 yg memburuk. Seperti perseroan Steven, sarat penyuplai teknologi Taiwan sudah menafsir teguran termaktub.

Foxconn, yg mempunyai kelonggaran manufaktur pada India, terhitung pada antaranya. Ini mengirim jet Gulfstream bagi memulangkan seputar 10 buruh Taiwan berawal Chennai Rabu senja lampau pula menuturkan bakal menyedang menyokong makin sarat buruh mengapung mudik ke Taiwan maupun China buat rekes, perseroan itu menuturkan terhadap Nikkei Asia.

“Para administrator Foxconn mengakibatkan perjumpaan berkenaan kedudukan giat pada India setiap yaum. Situasi yg memburuk sebagai tuding pada senun bakal berakhir atas tindakan pembuatan makin maupun rendah, lamun kagak berdasar yg merobohkan keamanan buruh,” cerita seseorang yg memafhumi sertamerta berkenaan perseroan termaktub. Nikkei.

Foxconn sama dengan menyimpang mono- penghasil elektronik perikatan kabir prima yg menafsir gagasan “Make In India” Perdana Menteri Narendra Modi atas warsa 2015. Perusahaan ini mempunyai kilang pada Andhra Pradesh pula Tamil Nadu, pula menyokong produsen ponsel berpengetahuan semacam Xiaomi mengilang ponsel berpengetahuan Android pula TV berpengetahuan bagi rekan dalam negeri. Ini jua menyokong Apple, konsumen terbesar Foxconn, bagi mengilang iPhone pada India.

“Skala berawal [iPhone] pembuatan pada India tinggal nisbi lumayan. Kami berkelanjutan becus seraya deras mencocokkan volume ana pada China, yg sudah menyopiri COVID-19 seraya mulus, bagi menerkam tertinggal [on] kontradiksi pada India, “cerita penghuni itu.

Orang-orang yg naik kedok mengharap bagi memperoleh sukatan kedua vaksin COVID pada Kolkata, India, atas 12 Mei. Negara ini beruang bermakna cengkaman lonjakan peradangan. © Kyodo

Wistron, penyusun iPhone yg makin lumayan, mempunyai kelonggaran manufaktur pada Bangalore, selama Pegatron, penyusun iPhone terbesar sehabis Foxconn, lagi mengerjakan kelonggaran manufaktur India pertamanya pada Chennai pula diharapkan menyelenggarakan sebanyak lumayan pembuatan sebelum tamat warsa ini. Luxshare China, kompetitor anyar yg angkat kaki ke perakitan iPhone tamat warsa lampau bagi menghadapi Foxconn, jua mengerjakan kilang pada desa tahap yg setara, Nikkei menekuni.

India beruang pada kolom yg jitu bagi selaku senter manufaktur iPhone terbesar Apple pada perantau China, sehabis diuntungkan berawal kontak senjata bursa Washington-Beijing yg semakin mendetail bermakna segenap warsa termuda.

Tetapi lonjakan persoalan COVID belum lama, ditambah seraya tantangan asing semacam gaya landasan yg kelompok pula dunia gaya yg kagak konvensional, membina kemauan termaktub frustrasi.

Seorang administrator pada Holtek Semiconductor, developer chip mikrokontroler Taiwan yg mengaryakan balai pada India, menggarisbawahi segenap tantangan.

“Lingkungan pemodalan pada India tinggal selaku kepedulian yg luar biasa kabir, orde medis pula infrastrukturnya tinggal terlambat, ditambah kedudukan COVID-19 yg sepenuh hati tinggal memutar,” cerita administrator termaktub. “Ini dulunya sama dengan rekan yg ana harapkan bagi difokuskan pula diperluas, lamun sehabis segenap warsa ana merasa kagak encer bagi bertambah pada senun mengarah-arahi prasarana … Saya bakal mencadangkan orang-orang yg kagak mempunyai keinginan lekas bagi bertambah bidang usaha pada senun bagi bekerja rangkap lungkang seandainya mereka memasang kabir pada India. “

Eksekutif Holtek menuturkan rangkap berawal heksa buruh perseroan pada kantornya pada India sudah tertimpa COVID-19 lamun akan datang sembuh. Di China, pada mana perusahaannya mempunyai segenap dupa buruh pula distributornya mengaryakan tenggat 1.000, “kagak berdasar yg kepindahan virus,” katanya.

Para analis menuturkan tinggal terlampau sebelum bagi menuturkan apakah kemelut virus corona bakal menghasut perencanaan paser berjarak perseroan.

“Menurut kir pertalian cadangan ana, prasyarat COVID yg sungguh-sungguh pada India becus membawa maupun memerosokkan program perluasan sama segenap pemeran teknologi,” cerita Eric Tseng, CEO pula analis sempurna Isaiah Research. “Namun, sarat perseroan teknologi sudah merumuskan program pemodalan pada India sebati seraya cita-cita konsumen mereka pula membina program termaktub bagi haluan vital paser berjarak. Sejauh ini, ana belum mengawasi transfigurasi yg substansial maupun permintaan pulih berawal program pemodalan ini. . Tapi sekotah pemodalan ini tewas atas petuah geopolitik pula perniagaan. “

Selain India, Vietnam pula Taiwan jua mendengar berita untung berawal kontak senjata kulak AS-China, yg sudah menghasilkan sarat penghasil teknologi memalingkan sepotong kapasitasnya berawal China semasih tiga warsa termuda. Ini terhitung Foxconn, Pegatron pula Wistron, bersama produsen Google pula MacBook sempurna Quanta Computer, pula produsen Apple Watch Compal Electronics.

Produsen perikatan yg lagi memanjat patera China, semacam Luxshare pula GoerTek, jua sebagai bergairah mengerjakan volume mereka pada Vietnam pula India buat rekes Apple pula konsumen lainnya.

Tetapi Vietnam pula Taiwan jua menghadapi lonjakan persoalan dalam negeri yg tahu-tahu.

Pemerintah Provinsi Bac Giang – menyimpang mono- senter manufaktur teknologi yg lagi memanjat patera pada Vietnam – belum lama membebaskan bedel pada catur negeri pabrik sehabis desa itu dilanda riak anyar peradangan COVID-19 yg dimulai atas tamat April. Foxconn, penyusun AirPods, Luxshare Precision Industry, pula GoerTek sekaliannya mempunyai kelonggaran manufaktur pada wilayah termaktub.

Foxconn memverifikasi terhadap Nikkei Asia bahwa pabriknya pada Bac Giang – yg dimiliki sama anak cucu perusahaannya – sudah ditutup selama buat rekes penguasa landasan, selama pabriknya pada wilayah tetangganya, Bac Ninh, regular ungkap.

Di Taiwan, selama itu, persoalan terkonfirmasi dalam negeri koran bertukar berawal mono- digit selaku 180 atas yaum Sabtu, selaku 206 atas yaum Minggu pula 333 atas yaum Senin. Kasus anyar setiap yaum minggu ini melebihi 200. Pembatasan COVID susun tiga diperpanjang berawal Taipei pula New Taipei ke sarwa tanah atas yaum Rabu, yg berfaedah perjumpaan pada bermakna ruangan yg merembet makin berawal lima penghuni dilarang, seperti itu kembali perjumpaan pada perantau ruangan yg merembet makin berawal 10 penghuni. Dan atas yaum Kamis, penguasa menugasi perseroan bagi memerosokkan kerap pemegang andil tahunan mereka tenggat 1 Juli maupun setelahnya – perian RUPS bakal dimulai Senin dada.

Pemasok sempurna kanta kodak iPhone, Largan Precision, mempunyai kepastian ulangan buruh yg berbasis pada Taichung tegas, lamun menggarisbawahi bahwa persoalan termaktub kagak bakal menghasut bedel hariannya.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., penghasil chip perikatan terbesar pada semesta, sudah mengaplikasikan perputaran kerja-dari-rumah pada jurang karyawannya pula mencegah buruh menjalankan penerbangan jurang kilang TSMC pada Hsinchu, Taichung, pula Tainan. Perusahaan asing, semacam MediaTek, jua mendongsok buruh bagi berjalan berawal pondok.

Wabah dalam negeri Taiwan tiba waktu semesta menemui kesulitan chip pula faktor yg belum sudah berjalan sebelumnya, pula pertalian cadangan semikonduktor tanah mementaskan karakter yg tidak tergantikan bagi menghilangkan darurat. Negara ini jua beruang bermakna cengkaman kekeringan terburuk yg sudah berjalan pula merasakan rangkap lungkang pemadaman setrum berskala kabir bermakna termin rendah berawal seminggu, oleh kebobrokan jejaring setrum pula kenaikan penggunaan kapasitas oleh kealaman yg makin jujur berawal terkaan.

« »