17 Dec
2:36

Perbandingan Gerakan Pemuda Thailand: Pita Putih atas 2020 pula Din Daeng atas 2021

Sejak Februari 2020, suah berlangsung proliferasi aliran agregat perjaka pada Thailand. Baik mahasiswa universitas pula madrasah medium suah turun ke jalan bentar menjumpai melaungkan transfigurasi, enggak cuma penentuan kasar yg sunyi pula merata, namun pula transfigurasi sistemis berbobot struktur pemberadaban, konstitusi pula struktur ketatanegaraan yg bertambah demokratis, pula yg terutama, perbaikan otokrasi. Kelompok mahasiswa seni yg terorganisir singular suah bermunculan pada serata kota pada kota-kota agam pula kota-kota seni. Aksi metaforis artistik yg tidak terkira jumlahnya, pertunjukan ketatanegaraan yg peres ragam, pula persuasi ketatanegaraan yg hidup diselenggarakan selaku harmoni sama beraneka ragam klan anggota mengunjung yg berfungsi selaku ketatanegaraan.

Pada permulaan Agustus 2021, masa posisi epidemi mereda sehabis alun April-2021, keberatan agregat perjaka varietas modern menjelma, namun lungkang ini berbobot udara yg payah bersalah pada pusingan sebelumnya. Para pengunjuk terai yg berdeging menyanggah angin tirta indra penglihat pula mimis para penjaga keamanan ini nanti menyatakan nafsi mereka “Thalugas” maupun pemrotes yg pas bahadur menjumpai menyerbu angin tirta indra penglihat. Konfrontasi bersambung setiap musim semasa bertambah pada 2 candra, pada petang engat terkocok petang pula kadang-kadang apalagi engat getok 2-3 awal, biarpun tercelik weker petang COVID. Pada puncak Oktober, nyaris 400 persona, tertanam 192 pengunjuk terai pada lantai umur 18 tarikh, suah ditangkap tambah beraneka ragam dakwaan sadik pada kedudukan keberatan maupun pada pejabat mereka.

Untuk mengerti gerak aliran mahasiswa pada Thailand semasa 2 tarikh buntut, puisi ini memeriksa dobel peringkat istimewa aktivisme pada Thailand berbobot peristiwa kualitas kemasyarakatan perniagaan, pertanyaan sistemis, cita-cita, konstituen pencetus yg mengimbau kontestan turun ke jalan bentar, desakan pula usulan ketatanegaraan pula kecendekiaan, juga siasat pula rahasia. Akun ini didasarkan atas percobaan sebelumnya terhadap aliran perjaka atas tarikh 2020, pula tanya jawab menusuk tambah bertambah pada 30 pengunjuk terai tulisan nasib haluan pada belokan Din Daeng tarikh ini.

Kelas medium & perjaka kaliber lantai

Semua keberatan per 2020 engat yg belum lama pada Din Daeng dipimpin sama rumpun mengunjung yg frustrasi tambah dukuh Thailand. Gerakan dimulai atas permulaan 2020 namun keberatan yg dimulai atas Agustus 2021 terdiri pada pengunjuk terai tambah kekhususan kemasyarakatan perniagaan yg bersalah.

Mayoritas anggota mengunjung berbobot keberatan sebelumnya berpunca pada alasan rombongan “medium” maupun “medium buat”. Mereka yakni siswa-siswa terang akal pada madrasah pula universitas tercacak pada Bangkok pula pada bekas beda. Tidak sepantun keturunan sebelumnya pada kaliber medium lapuk, keturunan ini bertunas pada mercapada yg berganti tambah bangat, tertanam diseminasi toleran maju mengarungi rombongan pula partner, pengembangan jalan kemasyarakatan pula perniagaan yg mengaduhkan. Hal ini merakit mereka membenarkan bahwa transfigurasi yakni wahid langkah menjumpai berdeging sama pada periode haluan.

Sebaliknya, mereka yg berpadu tambah keberatan Din Daeng atas tarikh 2021 berpunca pada alasan kaliber “medium lantai” pula “lantai”. Anak-anak mengunjung yg kelangkaan ini wajar bergelut menjumpai berdeging pada ketidaksetaraan pula sistem dukuh pula kemasyarakatan yg menghimpit yg mencaplok perniagaan yg pelik, struktur pemberadaban yg enggak mangkus pula menghimpit, kebobrokan rombongan, kekejian dukuh, pula kewajiban berpenghasilan pendek.

Kebebasan Partai Politik & Disrupsi Covid

Dalam jagat kemasyarakatan perniagaan yg suah memicu frustrasi pada rumpang kedua klan perjaka ini, mereka diprovokasi menjumpai turun ke jalan bentar sama pencetus refleks yg bersalah, pula mereka mengajukan desakan transfigurasi yg bersalah.

Sebelum tarikh 2020, perjaka kaliber medium suah mungkin melantaskan persuasi ketatanegaraan sadik selaku online maupun mengarungi persegi vokal. Pada puncak 2015, cuma setahun sehabis perebutan kekuasaan tentara 2014, keberatan online yg dipimpin sama perjaka yg berbasis lebar mungkin menahan usulan penguasa menjumpai “gapura gaba-gaba satu” berbobot jalan menjumpai menekan kedaulatan online. Lebih pada 166.554 persona mengakui tuntutan online “Menentang pemanfaatan Gerbang Internet Tunggal sama penguasa Thailand” pada Change.org. Lebih pada 100.000 pemakai membidas lokasi web penguasa menjumpai menyarankan ketidaksetujuan tambah kecendekiaan ini. Setelah seputar pusingan keberatan online, Menteri melewarkan kolot. Pada penentuan kasar 2019, penghasilan vokal pada keturunan mengunjung mungkin mengimbau Partai Masa Depan Maju selaku 3rd bekas. Kemenangan FFP memperlihatkan keturunan mengunjung yg berfungsi maju pada online ke persegi vokal.

Maraknya aliran perjaka pada jalanan atas permulaan tarikh 2020 dipicu sama jalan dukuh Thailand menjumpai melapukkan kubu ketatanegaraan yg mereka seleksi pula membentus sidik pula kedaulatan ketatanegaraan mereka. Tepat sehabis Mahkamah Konstitusi memegat menjumpai menggarahkan FFP pula menekan eksekutifnya pada ketatanegaraan semasa sepuluh tarikh sebab diduga mengantongi gendongan moneter pada mata air yg enggak absah, perjaka Thailand mengorganisir keberatan pada meruah madrasah pula universitas pada serata kota. Pada sementara yg persis, penyiksaan dukuh tentang kedaulatan ketatanegaraan, sepantun berbobot pemusnahan sebelah Wanchalearm Satsaksit, seorang motor ketatanegaraan mengunjung yg mengecam rombongan pihak berkuasa pula nanti mengungsi ke Kamboja, merakit meruah murid madrasah medium lahir menjumpai menjinakkan hak-hak ketatanegaraan mereka sebelumnya. pernah terlalai.

Apa yg mengimbau perjaka kaliber lantai ke jalanan bersalah. Mereka dimotivasi sama efek perniagaan pula kesegaran yg gawat pada COVID-19 pula kecendekiaan penguasa yg enggak mangkus menjumpai memangkas dampaknya tentang orang-orang yg sensitif. Sebagai pelaku mengunjung pada bagian daya pekerjaan terbuka, masa COVID-19 menyampuk, mereka menyesatkan tersentuh efek pula menyesatkan enggak terlindungi. Tanpa benteng dukuh pada efek minus refleks, anak-anak mengunjung ini memegat menjumpai berpadu berbobot keberatan pada Din Daeng. Sebagai murid daif, pergeseran ke kaliber online merakit mereka bertambah potensial potol madrasah, seserpih sebab belanja mengakses perabot online pula internet, pula seserpih sebab bertambah pelik menjumpai mencapai pengetahuan yg efektif pada pengajian online. Angka penguasa memperlihatkan bahwa bertambah pada 43.060 murid, maupun 14,6 tip pada segenap murid pada dukuh ini, potol madrasah atas tarikh 2021. Ada pula kementakan bahwa 1,9 juta murid pada rombongan sensitif selaku perniagaan potensial wajar membelakangi madrasah tarikh haluan. Tinggal pada luruh kotor pula pejabat yg pampat pula memajukan kementakan terjangkiti COVID-19. Keluarga berpenghasilan pendek merasa nyaris enggak potensial menjumpai mengakses penjagaan kesegaran yg sumbut, terpenting atas tampuk setiap alun COVID. Di buat segalanya, masa dukuh pula kota-kota dikunci, pelaku mengunjung pada pabrik pangan, perhotelan pula pertunjukan yakni yg perdana menempuh pemotongan weker pekerjaan, pembantaian penghasilan pula hasilnya PHK, pula yg buntut ulang berpikir. Karena berumur pada lantai 18 tarikh, mereka yakni klan buntut yg mengakses vaksin, yg atas gilirannya memangkas tempo mereka menjumpai ulang berpikir.

Reformasi Struktural vs Perubahan Administratif Segera

Secara kasar, segenap klan perjaka melaungkan transfigurasi, namun atas lantai yg bersalah. Gerakan perjaka bersih tarikh lantas terpenting berpusat atas transfigurasi pula perbaikan pada lantai sistemis. Tuntutan tertera tertanam perbaikan pemberadaban, perbaikan tentara, diakhirinya penguasaan bidang usaha, konstitusi yg bertambah demokratis, penghapusan dewan legislatif pula penentuan kasar modern yg sunyi pula merata, pula perbaikan otokrasi. Proposal-proposal ini menghadapi nilai-nilai pula institusi-institusi saripati lapuk. Manifesto perbaikan mereka dibuat pada seputar konstitusi modern, pemisahan dominasi otokrasi pula perbaikan birokrasi.

Sebaliknya, pengunjuk terai Din Daeng melaungkan transfigurasi ekspres. Ultimatum mereka menjumpai pembatalan nafsi PM pernah persis. Hidup mereka berharta pada punca belintan; mereka saat ini kelenyapan kewajiban, pejabat pula indra penglihat pencaharian. Untuk berdeging pada efek Covid-19, mereka menuntut transfigurasi yg menyodok. Mereka enggak teduh menanti perbaikan sistemis berskala agam yg diserukan sama aliran tarikh lantas. Oleh sebab itu, pokok mereka yakni atas transfigurasi administratif. Bagi mereka, peralihan bimbingan pula dewan menteri dalam negeri sekurang-kurangnya mau menggembol transfigurasi kecendekiaan selaku refleks.

Aksi Simbolik Damai vs Konfrontasi pula Serangan

Kedua aliran keberatan tertera bersalah enggak cuma berbobot pendapat pula desakan, namun pula berbobot tempaan luapan pula gerakan ketatanegaraan. Gerakan perjaka yg dimulai tarikh lantas didasarkan atas pula berdeging berbobot berpaut atas nir-kekerasan tambah tindakan metaforis yg artistik pula menyejukkan. Kepemimpinan mereka memegang profesionalisme jauh berbobot aliran kerakyatan sebelumnya apalagi sebelum perebutan kekuasaan 2014, masa mereka berguru pada macam mana siasat harmoni yg bertenaga, berbiaya pendek pula berakhir semampai berpikir. Menuntut non-kekerasan enggak cuma melegitimasi mereka yg enggak bergaya, sepantun keturunan mengunjung, namun pula mendelegitimasi dukuh penyiksa yg memakai kekejian. Pada sementara yg persis, tambah profesionalisme pula pengetahuan berbobot persuasi ketatanegaraan online, perjaka kaliber medium payah terdorong menjumpai melebarkan persuasi metaforis pada bekas yg artistik selaku sejajar tambah perangai online.

Protes pula Pandemi: Mobilisasi Masyarakat Sipil pada Thailand pula Filipina

…menciptakan speling kirim konsorsium kebanyakan wajar selaku potongan bulat pada acara penyembuhan pula pemulihan pascapandemi.


Sebaliknya, perjaka pada Din Daeng berlarik menjumpai bertandang refleks tambah kekuasaan kebahagiaan. Mayoritas yakni pengunjuk terai perdana lungkang tambah minim profesionalisme maupun ingatan terhadap aliran ketatanegaraan. Setelah itu, kesukaan gerakan mereka payah terpaku. Tiba-tiba mendapatkan nafsi mereka berbobot aliran sonder koordinator, tiap-tiap manusia memakai contoh gerakan yg mereka ingat berbobot menempuh—kekuasaan dukuh—“konfrontasi-serangan”. Sadar bahwa persuasi harmoni pula metaforis sebelumnya nyaris enggak mungkin mengimbau transfigurasi pada sisi administrator, mereka menetakkan entitas yg bersalah menjumpai menganjur pengindahan rakyat pula menekan sisi berkuasa. Para pengunjuk terai memenuhi nafsi mereka tambah ketapel, peranti peledak seni sepantun mercon maupun peledak tenis meja, peledak kebakaran, pula dadap kontra mimis. Mereka menyulut gesper pula menyulut logo kekuasaan dukuh sepantun gardu penjaga keamanan, alat potret CCTV pula alat angkutan penjaga keamanan. Sebagai kesan, penjaga keamanan kontra huru hara memajukan gerakan anti-protes mereka. Selain rentaka tirta, angin tirta indra penglihat, pula mimis para (seringkali dikerahkan tambah langkah yg beroposisi tambah petunjuk universal), penjaga keamanan melantaskan hantaman benda yg benar-benar, penahanan penjambretan, pula penyergapan pejabat.

Kampanye Online vs Offline

Dalam peristiwa pengorganisasian, aliran perjaka 2020 yakni ibarat perantau jamak pada aliran kemasyarakatan online yg berhasil pula membara. Berbagai garis haluan jalan kemasyarakatan memindahkan mata air kepandaian, mengorganisir keberatan, merekrut bagian, pula menceburkan diri berbobot persuasi ketatanegaraan. Twitter, Telegram, pula Clubhouse tertanam pada rumpang yg menyesatkan mangkus berbobot menyerakkan penerangan, memindahkan persona menjumpai berpadu tambah flash mob, menyelaraskan keberatan sonder koordinator, mencadangkan persuasi modern.

Sebaliknya, keberatan Din Daeng yakni ibarat berkuasa pada aliran “off-line”. Peserta pula mata air kepandaian dimobilisasi pada moncong ke moncong pada rumpang selaput kemasyarakatan yg pernah tercelik sebelumnya sepantun jagat kotor, kaliber madrasah jalan, klan pengemudi transmisi pangan, dll. Karena keberatan berlangsung setiap musim pada kedudukan yg persis tambah varietas kesertaan yg persis, cuma tercelik minim keperluan menjumpai institut. Individu tambah segerombol seni mitra tambah ketapel pula peranti peledak seni boleh mengedit gerakan, tambah jalan kemasyarakatan melantunkan karakter seni. Facebook pula TikTok mengasihkan wahyu pula pertunjukan ketatanegaraan ketimbang berproses demi peranti menjumpai mengawasi posisi maupun mengutarakan ide-ide ketatanegaraan.

Generasi Warga Aktif Lintas Kelas

Terlepas pada farak kualitas sosial-ekonomi, desakan ketatanegaraan pula siasat keberatan, kedua klan memegang seputar kepadanan. Mereka yakni kelompok dukuh yg berfungsi selaku ketatanegaraan pula mengangkat kedaulatan ketatanegaraan pula keseimbangan kemasyarakatan. Pemuda kaliber medium mengajukan desakan yg payah ruwet menjumpai kedaulatan berekspresi ketatanegaraan, kesejajaran sosial-ekonomi, menyegani kesepakatan, pula pada buat segenap itu, penentuan kasar yg sunyi pula merata pula konstitusi yg bertambah demokratis. Demikian lagi, perjaka kaliber lantai pada Din Daeng payah menyadari kedaulatan pula sidik ketatanegaraan juga harkat orang bawahan jamak berbobot mengimbau transfigurasi ketatanegaraan. Dalam tanya jawab, kesan perdana yakni “kedaulatan berekspresi ketatanegaraan yakni berlaku”. Mereka pula kapabel merapatkan pertanyaan yg mereka hadapi tambah cacat piara penguasa. Di buat segalanya, mereka membenarkan atas harkat manusia menjumpai menciptakan transfigurasi.

« »