27 Jul
6:18

Refleksi Pembaruan Myanmar 2021 dekat masa-masa selit belit

Pembaruan ANU Myanmar 2021 diadakan dekat Canberra 15-17 Juli. Dr Charlotte Galloway, eks pengelola ANU Myanmar Research Center bersama co-convenor mulai pembaruan tarikh ini menyurat ala Update tarikh ini, yg pernah berlantas semasih segala apa yg mewujudkan fragmen kemelut berkualitas riwayat Myanmar.

Pembaruan ANU Myanmar 2021 diadakan ala 15-17 Juli. Diselenggarakan bersama-sama sama abdi terkoteng-koteng, Jonathan Liljeblad, Nick Cheesman, Dinith Adikari, Michael Dunford bersama Justine Chambers, Update ini selaku perundingan yg meneruskan ketika diskriminatif berkualitas riwayat Myanmar pasca-kemerdekaan yg menggelegak.

Berkaca ala perundingan, abdi tiada larat tiada membandingkannya serupa perundingan 2019 yg bertema ‘Living with Myanmar’ bersama membubuhi 20th hari jadi Pembaruan. Kami menyimpan bertambah komprehensif anggota, bersama bertambah komprehensif juru bicara Myanmar ketimbang sebelumnya. Ada rembuk lebar akan perangkuhan Myanmar bersama teka-teki yg lantas sinambung, sarwa dibahas serupa amatan optimis hendak metamorfosis sama beraneka warna presenter mulai penguasa, maktab kursus semampai, LSM bersama institut kelompok awam. Kapasitas penggalian Myanmar berpengaruh ala rei yg menyusun bersama kita sarwa menggemari Pembaruan 2021, tiada sudah menebak posisi era ini.

COVID-19 mengecek tantangan prima. Saya buncit mengunjungi Myanmar ala Februari 2020, mudik ke Australia jitu tempo butala hendak mengatup isra mondial. Saya tengah membenahi rencana pusaka kolaboratif mondial dekat Bagan yg prima lungkang ditangguhkan lantaran COVID-19, bersama dari itu dihentikan lantaran penggulingan. Saya pirsa komprehensif teman berbagi keahlian selaku akan rencana penggalian yg waktu ini dibatalkan, bersama aku bingung bila, bersama apakah, aku pandai menyambung penggalian aku yg berbasis dekat Myanmar.

Saat aku mengadakan perundingan ini, Myanmar bersama COVID-19 selaku subjek yg sahih, tambahan pula membayangi pengangkatan November 2020. Namun, penggulingan ketentaraan 1 Februari 2021 mengganti segalanya. Banyak teman Myanmar aku merenggut surat mereka, kira-kira lantaran trek kesentosaan bersama lainnya saja lantaran berdiri prerogatif menyorong lainnya. Sebagai pembuat, aku menilai bahwa Pembaruan ini wajib menanamkan konten penggalian akademik yg diharapkan, bukti spesifik pembaruan, walakin serupa istimewa buat menguatkan anggota mengikuti sudut pandang mulai teman Myanmar aku bersama prospek ucapan menyesatkan modern. Untuk itu Pembaruan menyimpang mulai bentuk lazimnya bersama menanamkan, ala simpulan setiap musim, bertambah komprehensif penyajian santai mulai awak zona Myanmar yg tersohor. Khin Zaw Win (Direktur Institut Tampadipa, Yangon), Lian Hmung Sakhong (Menteri Persatuan, Pemerintah Persatuan Nasional) bersama Swe Win (Pemimpin Redaksi Myanmar Sekarang) menggondol ke perundingan sudut pandang mereka era ini akan Myanmar, bersama pemberian mereka akan Pembaruan menguatkan aku buat berbagi keahlian mereka yg bukan alang kepalang jelas.

Pidato istimewa mulai Profesor Yanghee Lee (eks Pelapor Khusus PBB buat Hak Asasi Manusia dekat Myanmar) menerangi subjek yg tautologis dekat sarwa perundingan melanda ketentaraan Myanmar, Tatmadaw, ialah bahwa sira tiada sudah ditindas, tambahan pula semasih sepuluh tahun buncit. Seperti yg dikatakan Khin Zaw Win, landasannya tiada beralih. Dan rencana buat merenyut lanjut bersama menciptakan rangka tadbir demokratis yg setimbang yg setakar buat Myanmar bukan alang kepalang kelompok bersama menyeramkan.

Peran pemain film mondial diangkat sama komprehensif juru bicara bersama menerabas pusingan pertanyaan perlawanan, sonder persetujuan yg sahih buat kegiatan yg konstruktif bersama lekas. Nicholas Coppel, eks Duta Besar Australia buat Myanmar, mewariskan resume pendek mulai berjenis-jenis sistem bersama pendidikan PBB yg menggondol kembali bukan main sulitnya perincian penguasa kagok buat mengikis kegiatan berkualitas kritis zona asing.

Tema asing yg mencongol serupa berjongkok yakni perpisahan yg tengah berlantas dekat jeda kelompok-kelompok kesukuan. Masalah sebutan menjendul ala Pembaruan Myanmar 2019, bersama ajek berdiri. Bahkan ala era kritis ini tiada berdiri “mereka bersama kita” yg puguh, serupa kira-kira gabungan kesukuan bersenjata tiada bermusyawarat sebagai terungkap melihat penggulingan ketentaraan. Ini menderma aku interpretasi akan penyakit yg amat kelompok bersama menusuk yg tinggal bersiteguh dekat Myanmar.

Pembaruan Myanmar 2021: Krisis sebandung – COVID-19 bersama penggulingan

Meskipun kali ketentaraan tiada komprehensif beralih semasih sepuluh tahun buncit, zona bersama rakyatnya puguh pernah beralih.


Saya terseret mengikuti mulai Lian Sakhong bahwa agenda Pemerintah Persatuan Nasional buat rangka undang-undang dasar didasarkan ala informasi mulai sarwa landasan kesukuan, bersama itu hendak merujuk ala zona sekuler. Saya menyangka ini selaku ancangan yg meyakinkan. Sebuah konstitusi aktual yg beroleh gendongan warganegara lebar bukan alang kepalang istimewa perincian kestabilan jangka lengkung jauh Myanmar.

Namun, menjelang ini prospek hendak bukan alang kepalang bersoal. Untuk gaya federalisme maupun kerakyatan segala apa pula yg dipilih Myanmar, subyek keberhasilan yakni kesepakatan bersama perembukan. Sangat tiada patut buat mewariskan sarwa manusia sarwa yg mereka inginkan, terpenting berkualitas bumi yg kelompok sebagai kesukuan bersama ajaran. Keputusan mesti dibuat akan segala apa yg istimewa buat menguatkan manusia melindungi sebutan kesukuan, pikiran bersama nilai-nilai bersama segala apa yg larat selaku kemauan bersama-sama. Hanya serupa begitu batuan rancangan hendak diubah.

Sangat membahagiakan mengikuti mulai paruh pemateri yg mengalokasikan penggalian terbaru yg berbasis dekat Myanmar, khususnya tergantung serupa COVID-19 bersama dampaknya. Sementara juru bicara Myanmar sekelumit, buat trek tertulis, penelaah Myanmar pandai diwakili menerabas penyajian yg diberikan sama sahabat rencana mereka. Saya pirsa abdi tiada sorangan berkualitas melahirkan bahwa abdi merasa selit belit buat menggelesot bersama menyurat penggalian Myanmar abdi waktu ini. Sejujurnya, kadang-kadang kali tiada relevan serupa segala apa yg dihadapi kompanyon bersama sekutu kita dekat Myanmar. Namun, bukan alang kepalang istimewa buat bersiteguh. Penelitian lumat benar-benar berdiri buat menginformasikan kecendekiaan bersama rencana. Presentasi Linda Calabrese menganjurkan skrip “menggarap mudik serupa bertambah terbuka”, bersama juru bicara lainnya musim ini pernah menyuguhkan bukti padat yg pandai digunakan buat membeberkan skrip “menggarap mudik serupa bertambah terbuka” lainnya, mengantisipasi penyembuhan Myanmar dekat tenggak pendahuluan. Sebagai selaput johar era ini kita mesti mengabulkan segala apa yg kita larat serupa rekognisi akademis kita buat menderma pirsa penguasa bersama pembentuk titik kata kita terkoteng-koteng akan segala apa yg tengah berlangsung. Dan aku berutang menjelang mereka yg pernah bergiat serupa aku dekat Myanmar buat mengabulkan segala apa yg aku larat buat menggembala posisi mereka dekat arah khalayak.

Tema perundingan alih mulai COVID-19 ke penggulingan bersama waktu ini larat dibilang mudik ke COVID. Dalam 2 musim buncit perundingan, posting Facebook mulai teman-teman Myanmar hampir-hampir seberinda merangkak ke penyakit COVID: kesukaran O, bersama kelainan dengan akhir hayat satuan bersama teman-teman mereka. Situasi ini dekat pengembara kekangan. Disarankan sama lupa homo- juru bicara bahwa COVID pandai menderma Tatmadaw bersama populasi mondial saat buat tersangkut menerabas pemasokan subsidi kemanusiaan, walakin tambahan pula bila ini berlangsung, prospek hendak kasep. Gambar bersama film menyuratkan segala apa yg pernah kita ketahui—organisasi penyelenggaraan kebugaran pernah tumbang. Tatmadaw hendak sama-sama terhantam efek—laskar bersama satuan mereka sekaliannya menentang efek yg seiring mulai COVID-19 bersama pagebluk yg menyusun ini patut hendak mengganti panduan penggulingan.

Hanya masa yg hendak meningkah semacam segala apa tenggak pendahuluan Myanmar. Seperti yg ditegaskan Morten Pedersen kemarin dulu, kita semestinya mengenal riwayat Myanmar sebelum meninjau betapa membasmi posisi era ini. Ada serupa itu komprehensif keadaan susah yg wajib beroleh kepedulian bersama pengurusan, bersama sayangnya, komprehensif yg pernah tersohor: arestasi random akan orang-orang terpikir anak-anak, sebuah putar belit yg pernah digunakan sama ketentaraan sebelumnya buat menancapkan menempuh gelisah ala rakyat; pencuaian lurus baku hamba Allah sebagai frontal; organisasi yustisi yg tiada menyimpan reliabilitas; kerobohan perniagaan bersama kebobrokan organisasi kursus yg hendak menyulut tingkatan asing pelajar Myanmar dirugikan. Ini saja kira-kira patron.

Dan semacam yg disebutkan Htwe Htwe Thein (Universitas Curtin) semasih Pembaruan Ekonomi, berdiri penyakit pengolahan keyakinan yg dipelajari serupa terbuka. Membangun keyakinan wajib dimulai mulai dahulu kembali sebelum kesuksesan yg bermaslahat bersama kontinu pandai dicapai. Sementara itu, Myanmar hendak mencium dirinya kembali dekat unit landasan separuh dominan indeks pengolahan.

Apa yg aktual berkualitas rembuk melanda penggulingan ketentaraan yakni karakter internet, Generasi Z, bersama kelompok berjejaring yg bertambah terbuka sebagai keutuhan. Dampak mulai faktor-faktor ini tiada diketahui sebagai gencar—bersama serupa COVID-19, bersama penggulingan, menebak panduan tenggak pendahuluan Myanmar semestinya diserahkan ke lengan paruh peramal.

Namun, melekang mulai posisi yg mengerikan ini, abdi yakin kekebalan rakyat Myanmar hendak menyulut warga negara ini terbit mulai kritis era ini—kita saja tiada pirsa bila maupun semacam segala apa bentuknya.

Pembaruan Myanmar hendak diadakan mudik ala tarikh 2023 bersama aku puguh hendak merenungkan kira-kira perbincangan bersama proyeksi yg dibuat ala perundingan ini. Akan berdiri permakluman bertambah tua bersumber pada penyajian Update, bersama diharapkan penyajian yg bertambah santai mulai juru bicara aku pandai ditangkap, menggantikan masa bersama wadah yg berarti berkualitas riwayat Myanmar. Semoga dekat Myanmar Update 2023 rekan-rekan Myanmar kita pandai mudik masuk sebagai terungkap serupa populasi cendikiawan mondial.

Pembaruan ANU Myanmar didukung sama ANU’s College of Asia and the Pacific, bersama IDRC Canada. Jika penyaji pernah mewariskan persetujuan, film pusingan hendak terhidang buat kunci khalayak. Beberapa podcast pernah terhidang menerabas Myanmar Musings. https://www.myanmarmusings.com Program perundingan terhidang dekat https://myanmar.si fulan.edu.au/myanmar-update/myanmar-update-2021-living-pandemic-and-coup

Lokakarya pascasarjana hendak diadakan dekat Canberra simpulan tarikh ini, lantaran waktunya bukan alang kepalang berjumbai ala COVID. Sponsor IDRC hendak menguatkan MRC buat menganjurkan darma siswa menjelang pelajar Myanmar yg era ini berpengaruh dekat Australia buat mengabulkan isra ke Canberra buat menyertai sidang bersama menunjang memanggul mereka serupa penggalian bersama mencari ilmu mereka ala era yg bukan alang kepalang selit belit ini.

« »