10 Apr
1:40

Scholarly Journeys: Substation dengan Singapore’s Academia

Sejak warta formal Board of the Substation terhadap penghentian tesis tertulis, atas Juli 2021, pemujaan yg tidak terjumlah jumlahnya berawal ahli Singapura berawal bervariasi alasan simpatik sudah terlahir dekat peranti kemasyarakatan, mencitrakan betapa mereka sudah menggiring utilitas berawal tesis dengan programnya selagi tiga sepuluh tahun buntut.

Bagi ego, Substation memuat kehampaan tepian ilmu dengan akal budi yg tidak terlukiskan berawal belakang ketika muda ego, dengan relevansinya selaku energik selagi tahun-tahun ego paham perlu prajurit. Pertunjukan dekat bekas tertulis serta menggambarkan bekas vital mendapatkan perjumpaan dengan korelasi multikultural yg bertambah signifikan, pertama memakai peguyuban punk-rock yg didominasi Melayu-Muslim. Selanjutnya keahlian ini selaku tahap lengkap berawal penyelidikan objektif ego. Publikasi relevan yg ego bikin berteraskan yayasan ini selagi dwi sepuluh tahun buntut menerkam topik-topik terhadap subkultur jejaka Singapura, platform irama opsi, dengan belum lama karakter Substation paham menghidangkan pusaka punk Singapura.

Perjalanan Subs-ritmis ego

Tahun 1991. “Kekaisaran Jahat” Uni Soviet selaku babad. Dalam Makalah Umum ulangan Tingkat “A” (Lanjutan) ego, ego sebagai alpa menyambungkan cuplikan “Menjadi makmur merupakan selaku bersemarak” Deng Xiaoping memakai Margaret Thatcher (mudah-mudahan stimulan mendapatkan ponten “C” ego). Bagi muda Singapura bak ego, warga negara yg “bertambah beradat dengan bertambah lunak” yg diimpikan sama Perdana Menteri mutakhir Goh Chok Tong berharga sinema saru lunak “Kategori III” Hong Kong dekat bioskop-bioskop tempatan. Tahun ini sepatutnya selesei memakai beradat memakai jenis tari lama dekat petang prom Junior College buat Bryan Adam “Semua yg ego lakukan, ego lakukan mendapatkan Anda” corak pokok pikiran Robin Hood (1991) disiarkan ad-mual menerabas radio.

Segalanya kelihatan waspada melulu. Itu datang ego dikenalkan sama pengantar ego Harold Seah ke Substation. Memasuki “Garden”, alat ego melantas diliputi sama bunyi gelegar bunyi yg menggeram, ledakan beduk dengan gitar listrik yg bergulung-gulung dekat buat platform, memakai pemirsa yg mencemplung berawal platform ke gerombolan basyar berjingkrak yg menjengkelkan. Panggung, slam-dancing dengan mosh besikal sawab dilarang sama kekuasaan Singapura atas 1993. Sepuluh menit selepas pergelaran, ego mempertaruhkan kancing balai, tesmak dengan kerbat ego pada pengantar ego mendapatkan diamankan dengan ego meluluh ke paham mosh besikal.

Foto tidak bertanggal pencarian platform dekat Substation’s Garden (Atas nama baik Syed Mahdzar Al-Shahab)

Didirikan atas tarikh 1990 memakai dramawan Kuo Pao Kun (1939-2002) demi Direktur Artistik pertamanya, Substation menyauk namanya berawal prasarana setrum kala kolonial yg aziz dekat 45 Armenia Street, yg terwalak dekat paham zona formal demi “Distrik Sipil” museum, galeri dengan adat akal budi dekat pokok praja Singapura. Saya tak menyadari dinamikanya selama itu, tapi saja dekat Gardu Induklah bekas lintangan ketatanegaraan, pujangga lakon, Direktur Artistik perdana bekas tertulis, Kuo Pao Kun selaras dengan menciptakan kementakan simpatik memakai keturunan mutakhir jejaka pangkat pegiat rasial Melayu. Mengingat korelasi Kuo, warga band Stompin ‘Ground, Suhaimi Subandie bermoncong, “Kamu memegang surai berjarak, surai pandak ataupun tak, ia berbahasa cocok denganmu. “Saya belum suah selaras Kuo Pao Kun sebagai melantas. Tetapi menerabas Gardu Induk, ia memasok ego kementakan dengan korespondensi mutakhir.

Pengalaman ego mudah-mudahan tak tersaku. Sebagai posisi yg berkampung dengan bertambah mendapatkan acara simpatik dengan inovatif yg terpaku, Substation sudah mengumpulkan persil yg berlambak sebagai tepian ilmu, pertama distribusi akademisi Singapura, mendapatkan mencium kisahan dengan kontribusi yg sungguh-sungguh berharga memakai artis dengan acara kemasyarakatan. Sebagai kebijakan mendapatkan eksposisi, pergelaran, dengan pemutaran avant-garde yg tidak terjumlah jumlahnya, beliau sudah merelakan kisahan opsi yg mencuil distribusi kesusastraan objektif terhadap tema-tema yg bergabungan memakai akal budi dengan nasion Singapura.

Hingga tarikh 1990-an, sudut pandang akademis cucuran sempurna terhadap nasion Singapura tampak atas perubahan perdagangan praja dermaga yg cepat demi tahap berawal “keanehan perdagangan Asia,” dekat kolong kepemimpinan Perdana Menteri Lee Kuan Yew berawal tarikh 1959 santak 1990. Sentimen kemajuan ini dikemas paham kompilasi bertambah berawal lima puluh unit Manajemen Kesuksesan: The Moulding of Modern Singapore, diterbitkan atas tarikh 1989 dekat kolong sidang pengarang Kernial Shandu Singh dengan Paul Wheatley (Singh & Wheatley 1989). Menanggapi ceramah ini berawal sudut pandang yg kontradiktif, karet sastrawan non-Singapura merupakan gambar “soft authoritarian” berawal Singapura demi kawasan kubu.

The Substation dengan acara yg menyertainya itulah keturunan sastrawan beda, yg dibesarkan dekat Singapura pasca-kemerdekaan bak ego, mencium kementakan mendapatkan melangkahi biner objektif yg sedia, telau akal budi reseptif, dengan peguyuban yg reliabel.

Seperti talenta, “Ruang Ketiga” distribusi akademisi Singapura ini mudah-mudahan kuasa dikaitkan memakai periang yg ditetapkan sama orakel Kuo Pao Kun. Setelah dibebaskan berawal lintangan ketatanegaraan, Kuo bergeser berawal menerkam kecaman ketatanegaraan melantas ke membentangkan kerukunan inovatif. Kemungkinan bak itu pasti paham tiga sepuluh tahun Substation, yg dimulai berawal kala instrumen fax santak internet dengan smartphone.

Konfigurasi Listrik ke Budaya: Imajinasi Afektif The Substation Academia

Foto tidak bertanggal berawal pergelaran punk-rock dekat “Garden” of the Substation. (Atas nama baik Syed Mahdzar Al-Shahab

Ruang inkubatori, eksperimental dengan bebas yg Substation sudah mencadangkan sesak kesibukan simpatik dengan estetika perbatasan, gabung peguyuban yg hidup darinya, serta sebagai berperan tampak paham penyusunan akademis. Substation relevan memakai penjajakan akademis atas skop multidisiplin yg belantara. Dari semiologi dengan pergelaran santak ketatanegaraan dengan nasion, penjelmaan inovatif kapita dengan bab akal budi yg sudah mendiami bekas tertulis menginformasikan ceramah hipotetis dengan kecaman dekat sarwa yak keilmuan.

Pusat pikiran akademis dekat Substation merupakan independensi simpatik dengan kementakan yg sudah diciptakannya paham lingkungan ketatanegaraan absolut lunak Singapura pasca-kolonial yg sungguh-sungguh intervensionis. Di sisi penjajaran ketatanegaraan ini, dekat pencari akademis terpakai disparitas menjolok sela-sela independensi akal budi yg berpunca berawal tanda generator setrum kolonial yg tak kuasa dideskripsikan dengan eksposisi pola bak Esplanade atas tarikh 2000 dengan Galeri Seni Nasional atas tarikh 2015.

Perhatian objektif berkenaan Gardu Induk merupakan kopi dengan terakhir, menyergap temu duga memakai Kuo Pao Kun atas 1993, dengan mengenang warisannya; menerangkan mudik karakteristik posisi paham vokabuler mutakhir “Affective Paragrounds”. Selain itu, seputar akademisi serta sudah terbabit berperan paham penciptaan dengan prinsip memangku Gardu Induk tertulis, yg menyesatkan menjendul dekat antaranya merupakan Profesor Tommy Koh, Duta Besar Singapura yg menggambarkan Pembina bekas tertulis. Direktur Artistik bekas tertulis bak Audrey Wong, Lee Weng Choy, Woon Tien Wei, sudah mengantongi titel gelar dekat yak Seni, terbabit demi guru dekat maktab ataupun berkontribusi sebagai berperan mendapatkan pengumuman akademis. Selama seputar sepuluh tahun, paham bervariasi volume demi sambungan lidah dengan pengkritik dekat acara-acara publiknya, peguyuban akademis tempatan serta sudah merelakan andil tepian ilmu berperan pada Substation.

Penggunaan dengan penyalahgunaan babad Singapura

Versi babad Singapura yg dipalsukan sudah mencium lubang dekat sela-sela ikatan lama dekat Amerika Latin.


Meskipun sedia kapitalisasi dekat pokok talenta, madrasah, dengan ide dekat universitas yg sedia, signifikansinya distribusi talenta dengan akal budi Singapura tentu dikerdilkan sama Substation. Berbeda memakai yg perdana, yg seringkali berlokasi tak enak dekat kampus-kampus universitas dengan mengurus publik peguyuban mahasiswa yg terpaku, Substation memegang independensi simpatik yg bertambah asik mendapatkan mengurus nasion yg bertambah beraneka warna. Dengan seperti itu, pertama mendapatkan peguyuban akademik berbasis tempatan, Substation mencadangkan kebijakan yg bertambah menjambak mendapatkan kontribusi massa yg bertambah belantara, korelasi kemasyarakatan, dengan persekutuan dengan penyelidikan objektif.

Pertunjukan punk rock sudah dipentaskan dekat kampus-kampus universitas sebagai sesekali selagi seputar sepuluh tahun, tapi pengatur, cerpenis, dengan pemirsa hendak senantiasa sedia bekas distribusi mereka dekat Substation. Seniman Singapura Loo Zihan mudah-mudahan suah tak lain tengah memakai adat dengan pokok talenta dekat Singapura. Tapi, mudah-mudahan saja dekat Substation ia cakap memakai enak menggelar pergelaran mixed peranti Cane (2012), Peragaan mudik insiden polemis tarikh 1994 dekat mana Joseph Ng sebagai tercongeh mengerat surai kemaluannya dekat sebuah harta benda, demi sesalan metaforis berkenaan penjebakan penjaga keamanan berkenaan laki gay dekat Singapura. Seperti Konferensi Substation tahunan yg diadakan atas tarikh 1990-an, Substation sudah menyorong perbincangan yg sungguh-sungguh reseptif yg menyangkut-nyangkutkan akademisi dengan peguyuban talenta.

Penulis (kidal) gabung Direktur Artistik Substation Alan Oei dekat alpa unik jalan Konferensi Metode Visual Internasional atas Agustus 2017, diselenggarakan sama Substation (Gambar berawal taman Facebook Konferensi Metode Visual Internasional).

Para koordinator simpatik The Substation menyadari ponten berasosiasi memakai peguyuban objektif. Artistic Director Alan Oei (2015-2020) sebagai berperan memperjuangkan persekutuan akademis-artistik yg bertambah sendat. Misalnya, ego berlangsung cocok memakai Oei paham menggabungkan Visual Methods Conference yg diadakan dekat Singapura tarikh 2017 memakai eksposisi searah Substation, Discipline in the City.

Gambar 4: Penulis (kidal) gabung Direktur Artistik Substation Alan Oei dekat alpa unik jalan Konferensi Metode Visual Internasional atas Agustus 2017, diselenggarakan sama Substation (Gambar berawal taman Facebook Konferensi Metode Visual Internasional).

Sebagai pemandu panel “Harapan Besar: Apa Artinya Membuat dengan Mempertahankan Ruang distribusi Seni dekat Singapura?” Dalam “Space, Spaces, Spacing 2020” (Substation 2020), ego menemukan gengsi mendapatkan selaras memakai alpa unik sambungan lidah Subhas Nair dengan adiknya Preetips Nair (diantara pemirsa). Nairs diberi teguran penjaga keamanan seputar kamar lampau akibat “gambar bergerak rap yg menyentuh”, demi kesan buat advertensi massa Brownface. Sayangnya, itu mudah-mudahan mutakhir servis akademik buntut ego ke Gardu Induk akibat rencananya hendak ditutup atas Juli 2021.

Di lingkaran civitas akademika setempat. Saya tetap bahwa mereka yg sudah berkomitmen mendapatkan Substation sudah melakukannya asli demi kepastian kegiatan kekaguman, sonder jalan ikrar kelembagaan berawal universitas dengan madrasah mereka. Sebaliknya, seputar berawal kita merenungkan ekor apa pun yg mudah-mudahan terangkat selepas keterikatan kita atas bekas yg bertambah dikaitkan memakai kecaman ketimbang pembimbing teriak.

Jason Lugur membawa Substation demi alpa unik berawal secuil “Spaces of Hope” paham studinya terhadap panorama akal budi Singapura. The Substation memasok ego punca ego demi seorang sastrawan paham Studi Budaya dengan merupakan timbul distribusi ego mendapatkan menimpali paham merawat kurung jalan ini tunak nasib memakai metode ego mufrad yg lumat. The Substation yg kita tahu mudah-mudahan merupakan babad. Namun, paham memperkuat pertautan partikular sela-sela talenta privat dengan keilmuan reseptif selagi tiga sepuluh tahun buntut, maknanya tak bisa ditulis demi obituari. Ini pantas mencelikkan peguyuban akademis, khususnya dekat Humaniora, keterikatan publiknya berkenaan talenta dengan akal budi dekat Singapura. Melalui pengerukan ingatan reseptif berawal penyelidikan, pengolahan dengan bentuk-bentuk persekutuan lainnya memakai peguyuban talenta, ego kepingin peguyuban akademik kuasa meneruskan operasi afektifnya paham mengusut dengan mengurus dekat ruang-ruang jalan mutakhir dekat Singapura.

« »